STI: SUZUKI THUNDER INDONESIA
Silahkan melakukan registrasi dan login . . .

Forum ini terbuka untuk tiap komunitas dan klub moto Suzuki Thunder, anggota STI ataupun bukan, dan tak tertutup untuk komunitas dan klub moto non Suzuki Thunder. Silahkan bergabung dan berbagi disini.

Spanduk iklan tak ditampilkan lagi setelah login.

Administrator



 
BerandaPortalIndeksSitusBlogFaceBookHuMasHuMasInfoHuMasFriendsterBeritaGalleryCalendarFAQPencarianRSSBikersGuideMotorPlusOtomotifNetLoginPendaftaran
Share | 
 

 MOTO: Mengenal Berbagai Tipe dan Kelas SepedaMotor

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Thunder Rider
Admin | WebMaster
Admin | WebMaster


Pembina Total Posan: 169
Reputasi: 22
Poin Brogader: 1916
Sejak: 21.06.10
Domisili: Parung. Bogor | BojongSari. Depok
Komunitas|Klub: KOSTER
Moto:
  • Thunder 125
Warna:
  • Silver
Tahun:
  • 2006
Hobi: 1001
Slogan: Bravo STI
Komentar: Bergabunglah-di-STI

PostSubyek: MOTO: Mengenal Berbagai Tipe dan Kelas SepedaMotor   2010-07-09, 18:47

TIPE DAN KELAS SEPEDAMOTOR [1]

PENGETAHUAN DAN WAWASAN DASAR UNTUK MOTORBIKER
PENTING UNTUK MODIFIKASI


(C) 2006—2010 — E1 KOSTER 0115 Thunder Rider



BAGIAN SATU | PENGANTAR



Sebaiknya anda baca habis dan kupas tuntas artikel ini dan pahami sebelum anda membeli moto [sepedamotor] atau memodifikasi moto anda. Karena sebaiknya anda tahu persis, moto bagaimana yang anda butuhkan? Gunakan, pakai, dan modifikasi moto anda sesuai kebutuhan, bukan sekedar ikut-ikutan mode atau trend. Dan kalau mengendarai moto hendaknya dengan cara dan kecepatan sesuai dengan alasan untuk keperluan apa moto tsb dirancang. Atau anda akan dikatakan termasuk orang modern tapi kampungan. Menurut hemat saya, "well-educated", atau setidaknya "well-informed", tentang moto juga menjadi dasar penting dalam penerapan "safety riding".

Adalah sangat riskan dan berbahaya mengendari moto tipe non-racing atau non-sport dengan kecepatan tinggi di jalan raya, seperti moto scooter atau moto model bebek, dimana kapasitas mesin, traksi ban, sistem rem, dan stabilitas badan kendaraan samasekali tak didisain untuk kecepatan tinggi.

Mengendarai moto scooter atau moto model bebek dengan kecepatan tinggi di jalan raya, sama bodohnya dengan mengendarai mobil model kotak minibus atau bus dengan kecepatan tinggi di jalan raya, karena sudah dapat diramalkan bahwa pada suatu titik ambang (threshold), kendaraan akan oleng, terjungkal dan terbalik, dan dapat berakibat fatal adanya korban jiwa, bukan saja pengendara, tapi juga penumpang, dan bahkan orang lain yang berada di sekitar kejadian.

Artikel ini tak membahas tentang "safety riding", tapi mengajak anda mengenal dan memahami jenis, macam, dan ragam moto, dan kaitannya dengan kemampuan kendaraan dan kehandalan di jalanan, dan moto yang bagaimana, dan harus digunakan bagaimana, dan harus dikendarai bagaimana, sehingga dicapai "the right moto on the right place with the right handling".

_____________________________

Dalam tulisan ini, penulis menggunakan istilah "moto" sebagai pengganti istilah "sepedamotor" (motorbike, motorcycle), ditulis singkat "moto", bukan "sepeda" (bike) saja atau "motor" saja, karena secara teknis dua istilah ini sangat jelas berbeda, meskipun orang memahami bila yang dimaksud "bike" dan "motor" dalam konteks tulisan ini adalah "sepedamotor". Tapi cara lain dan singkat, untuk membedakan antara "motor" dan "sepedamotor", digunakan istilah "moto" [tanpa "r"], meski banyak orang awam kurang paham atau agak janggal dengan istilah ini, namun istilah ini sudah lama dikenal di bidang otomotiv [eq. MOTO GP, motorbike grand prix]. Di Indonesia, dulu, orang menyebut sepedamotor sebagai sepedakumbang [karena bunyinya yang mendengung]. Istilah padanan "moto" adalah "oto" (auto), digunakan sebagai kata pengganti untuk menyebut otomobil (automobile, mobile, motorcar, car).

Istilah motor, dari kata "motion" (mosi, gerakan), "torque" (torsi, puntiran), dan "rotation" (rotasi, putaran) dalam pengertian teknik dan saintifik adalah, suatu alat | perkakas | peranti yang melakukan putaran karena tenaga listrik sehingga menghasilkan tenaga mekanik, dimana magnit atau elektromagnit, atau kumparan (coil) diam | statik, disebut stator, menginduksikan medan elektromagnetik ke magnit atau elektromagnit, atau kumparan berputar | dinamik, disebut rotor dan armatur, sehingga motor disebut juga dinamo-elektromekanik,

Kebalikan motor adalah dinamo mekano-elektrik, generator (pembangkit), atau altenator (pembolak-balik, pengubah), suatu alat | perkakas | peranti yang melakukan putaran karena tenaga mekanik dan menghasilkan tenaga listrik, dimana magnit atau elektromagnit, atau kumparan (coil) berputar | dinamik, disebut rotor, menginduksikan medan elektromagnetik ke magnit atau elektromagnit, atau kumparan diam | statik, disebut stator. Umumnya, istilah generator digunakan dalam pengertian pembangkitan listrik DC (direct current, arus searah), dan alternator digunakan dalam pengertian pembangkitan listrik AC (alternating current, arus bolak-balik dua-arah), dan disebut juga generator AC.

Dalam istilah montir dan orang awam, "dalam konteks kendaraan", motor sering disebut "dinamo mekanik" atau "dinamo starter", dan sedangkan generator atau alternator sering disebut "dinamo listrik" atau "dinamo Amper". Kombinasi dua peranti ini, pasangan dinamo mekanik dan dinamo listrik, menjadi peranti fungsi-ganda, dinamakan "dinamotor | dinamo-motor" atau "motor-generator", bergantung tenaga mana menjadi masukan (input) atau tenaga mana menjadi keluaran (output), atau sekaligus berfungsi ganda dalam waktu sama.
______________________________


Pabrikan motor dunia saat ini sedang didominasi oleh Jepang, oleh perusahaan seperti Honda, Yamaha, Suzuki, dan Kawasaki. Selain itu China dan India adalah negara lain di Asia yang berkiprah unjuk gigi di bidang ini, seperti perusahaan Jialing dan Bajaj. Di Amerika dan Eropa, meski Jepang juga merambah disana, tapi Harley-Davidson, Triumph, Ducati, BMW, Piagio, dan lainnya, masih tetap bertahan, terutama untuk kelas moge (moto gede) tipe cruiser, chopper, tourer, dan sporter.


__________________________________________________

(C) 2006-2010 - E1 KOSTER 0115 Thunder Rider

HAKI (Hak Atas Kepemilikan Intelektual) karya tulis intelektual ini dilindungi oleh Undang-Undang Negara Republik Indonesia, dan juga oleh konvensi dan provisi internasional atas karya intelektual di tiap negara di seluruh dunia.

Tak sebagian pun dr tulisan, dokumen atau pagina jala ini boleh disalin, digandakan dan atau diperbanyak: diduplikasi, direplika, direproduksi, ditransmisi, ditranskripsi, ditranslasi kedlm bentuk bahasa apapun atau disimpan dlm satu sistem retrieval apapun; dlm bentuk apapun atau dlm cara apapun, mencakup tp tak terbatas pd cara optik, elektromagnetik, elektronik, elektromekanik, atau lainnya; utk maksud dan tujuan komersial; tanpa pemberitahuan dan perkenanan tertulis terlebih dulu dr pemilik hak atas karya intelektual ini.

Untuk non-komersial, penggunaan sebagai rujukan atau referensi, secara keseluruhan atau sebagian, harap cantumkan sumber informasi ini sebagai acuan.
Kembali Ke Atas Go down
http://sti.thunder.or.id
Thunder Rider
Admin | WebMaster
Admin | WebMaster


Pembina Total Posan: 169
Reputasi: 22
Poin Brogader: 1916
Sejak: 21.06.10
Domisili: Parung. Bogor | BojongSari. Depok
Komunitas|Klub: KOSTER
Moto:
  • Thunder 125
Warna:
  • Silver
Tahun:
  • 2006
Hobi: 1001
Slogan: Bravo STI
Komentar: Bergabunglah-di-STI

PostSubyek: Re: MOTO: Mengenal Berbagai Tipe dan Kelas SepedaMotor   2010-07-09, 18:49

TIPE DAN KELAS SEPEDAMOTOR [2]

PENGETAHUAN DAN WAWASAN DASAR UNTUK MOTORBIKER
PENTING UNTUK MODIFIKASI


(C) 2006-2010 - E1 KOSTER 0115 Thunder Rider



BAGIAN DUA



KATEGORI, TIPE DAN KELAS SEPEDAMOTOR

Sebagaimana mobil, dan kendaraan pada umumnya, baik kendaraan darat, laut, dan udara, yang mencakup berbagai tipe dan kelas, begitu pula sepedamotor.

Berdasarkan pada banyak roda | ban, dikelompokkan sbb.
  • motorbike, two wheels (dua roda)
  • motortrike, three wheels (tiga roda), dengan atau tanpa gandengan, triker
  • motorcar, four wheels (empat roda)
Dalam tulisan ini, diulas hanya moto dua roda.


Berdasarkan pada bahanbakar digunakan, dikelompokkan atas jenis sbb.
  • electric moto (moto elektrik | listrik) dan cell-fuel moto (moto sel bahanbakar)
  • gas moto (moto gas)
  • gasoline | petroleum moto (moto bensin)


Berdasarkan pada rancangan penggunaan, dikelompokkan atas tipe sbb.
  • single-purpose only for on-road |
    street moto (moto maksud-tunggal hanya untuk pada-jalanan)
  • single-purpose only for off-road |
    non-street moto (moto maksud-tunggal hanya untuk lepas-jalanan)
  • dual-purpose for both on-road and off-road |
    hybrid moto (moto maksud-ganda untuk pada-jalanan dan lepas-jalanan | hibrida)


Berdasarkan pada berat badan dan kapasitas mesin, dikelompokkan atas kelas sbb.
  • small | light moto (moto kecil | ringan), 100 cc kebawah
  • mid | medium moto | average moto (moto sedang | menengah), 50 s/d 150 cc
  • large | weight moto (moto besar | moto gede | berat), 100 cc keatas, dengan sub-kelas sbb.

    • very light weight moto (moto berat sangat ringan), 400 cc kebawah
    • light weight moto (moto berat ringan), 400 s/d 600 cc
    • medium weight moto (moto berat sedang), 600 s/d 800 cc
    • heavy weight moto (moto berat berat), 800 s/d 1.000 cc
    • very heavy weight moto (moto berat sangat berat). 1.000 cc keatas


Berdasarkan pada disain dan fungsi, bisa dibedakan, a.l. atas,
  • commuting motorbike (sepedamotor bolak-balik | angkutan pp), moto commuter (pembolak-balik, pengangkut)
  • chopping motorbike (sepedamotor gebrak), moto chopper (penggebrak)
  • ranging | roving | hunting motorbike (sepedamotor rangkum | rambah | buru), moto ranger | rover | hunter (perangkum | perambah | pemburu) [kode = H] | moto field fighter (penggempur medan) [kode = FF]
  • crusing | rolling | roading motorbike (sepedamotor terobos | jelajah | gelinding | jalan), moto cruiser | roader (penerobis | penjelajah | penggelinding | pejalan) [kode = C | R]
  • touring | traveling motorbike (sepedamotor tamasya), moto tourer | traveler (petamasya | pesiar) [kode = T]
  • racing motorbike (sepedamotor balap), moto racer (pembalap) [kode = R]
  • sporting motorbike (sepedamotor olahraga), moto sporter (peolahraga) [kode = S]
  • trailing | crossing motorbike (sepedamotor tapak | terjang), moto trailer | crosser (penapak | penerjang)
  • adventuring motorbike (sepedamotor tualang), moto adventurer (petualang) [kode = A]

Beberapa motor memiliki fungsi ganda, misalnya, cruiser-tourer [CT], sporter-tourer [ST], adventurer-tourer [AT], roader-racer [RR], racer-sporter [RS], dll.


Berdasarkan pada berbagai pengelompokan diatas, pada umumnya, moto dikelompokkan atas tiga kategori, jenis, tipe | macam, dan kelas | ragam. Selebihnya merupakan nuansa | aneka atau variasi dari ragam yang ada, baik buatan pabrikan maupun modifikasi peguna.
  • SINGLE-PURPOSE ONLY FOR ON-ROAD |
    STREET MOTORBIKE, moto maksud-tunggal hanya untuk pada-jalanan. Dirancang untuk digunakan hanya di jalan umum, dilengkapi dengan lampu, cermin | kaca spion, dan klakson, dan tentu juga dengan nomor polisi.

  • SINGLE-PURPOSE ONLY FOR OFF-ROAD |
    NON-STREET MOTORBIKE, moto maksud-tunggal hanya untuk lepas-jalanan. Dirancang untuk digunakan bukan di jalan umum, tapi hanya di area atau kawasan tertentu terbatas, tanpa dilengkapi dengan lampu, cermin | kaca spion, dan klakson.

  • DUAL-PURPOSE FOR BOTH ON-ROAD AND OFF-ROAD |
    STREET AND NON-STREET MOTORBIKE - HYBRID MOTORBIKE, moto maksud-ganda untuk pada-jalanan dan lepas-jalanan - sepedamotor hibrida, merupakan kombinasi kompromistik dua tipe diatas. Dirancang untuk bisa digunakan baik di jalan umum maupun di area atau kawasan tertentu terbatas.

Dalam masing-masing tipe ada berbagai sub-tipe berbeda, dirancang untuk berbagai maksud. Moto hadir dalam berbagai gaya penampilan (style), masing-masing menawarkan beragam karakteristik disain | rancangan dan performa | unjukkerja untuk memenuhi kondisi-kondisi kendara spesifik.



SINGLE-PURPOSE ONLY FOR ON-ROAD | STREET MOTORBIKE, mencakup sub-tipe, a.l.

SEPEDAMOTOR KELAS RINGAN SAMPAI SEDANG, MOCIL (MOTO KECIL), 100 cc kebawah

A. electric motorbike [EM] (sepedamotor listrik)
B. fuel-cell motorbike [FCM} (spedamotor sel-bahanbakar)
C. minimoto | mini motorbike [MM] (sepedamotor mini)
D. moped | motopedal [MP] (sepedamotor pedal)


SEPEDAMOTOR KELAS MENENGAH, MODANG (MOTO SEDANG), 50 s/d 150 cc

A. moto scooter (moto peluncur)
B. underbone motorbike [UB] (sepedamotor balung-bawah), MOBEK (MOTO BEBEK)
C. standard | traditional motorbike [STD, S|T] (sepedamotor baku)
D. moto commuter (moto pembolak-balik | pulang-pergi harian rutin | antar-jemput)


SEPEDAMOTOR KELAS SEDANG SAMPAI BERAT, MOGE (MOTO GEDE), 100 cc keatas

A. naked motorbike (sepedamotor bugil) [N] | customable motorbike | street fighter | road warrior
B. street custom motorbike (sepedamotor sesuai jalanan) [SC]
C. moto chopper (penggebrak)
D. moto ranger | rover | hunter (perangkum | perambah | pemburu)
E. moto cruiser | roller | roader (penjelajah | penggelinding | pejalan) [C] | road liner
F. moto tourer (petamasya) [T]
G. cruiser-tourer (penjelajah-petamasya) [CT]
H. moto racer (pembalap) [R]
I. pocket motorbike (sepedamotor kadut)

J. moto spoter (peolahraga) [S], terdiri atas beberapa kelas,
    a. beginner (pemula) | yunior, 400 cc kebawah
    b. entry-level sport, 400 s/d 600 cc
    c. supersport, 600 s/d 800 cc
    d. superbike, 800 s/d 1.000 cc
    e. hypersport | hyperbike, 1.000 cc keatas

K. moto sporter-tourer (peolahraga-petamasya) [ST]


SINGLE-PURPOSE ONLY FOR OFF-ROAD |
NON-STREET MOTORBIKE
, mencakup sub-tipe, a.l.

A. trial motorbike (sepedamotor uji-coba)
B. dirt | trail motorbike (sepedamotor kotor|tapak) | off-road motocross (moto-terjang lepas-jalan)
C. supermoto | on-road motocross (moto-terjang pada-jalan)

Juga terdiri dari tiga kelas, ringan, sedang, dan berat.


DUAL-PURPOSE FOR BOTH ON-ROAD AND OFF-ROAD |
STREET AND NON-STREET MOTORBIKE
, mencakup sub-tipe, a.l.

A. enduro motorbike (sepedamotor tanggung)
B. dual-sport motorbike (sepedamotor ganda-olahraga) [DS]
C. adventuring-touring motorbike (sepedamotor tualang-tamasya) | adventurer-tourer [AT]

Umumnya merupakan moto kelas menengah atau kelas berat ringan (light weight).








[ . . . BERLANJUT . . . ]
Kembali Ke Atas Go down
http://sti.thunder.or.id
Thunder Rider
Admin | WebMaster
Admin | WebMaster


Pembina Total Posan: 169
Reputasi: 22
Poin Brogader: 1916
Sejak: 21.06.10
Domisili: Parung. Bogor | BojongSari. Depok
Komunitas|Klub: KOSTER
Moto:
  • Thunder 125
Warna:
  • Silver
Tahun:
  • 2006
Hobi: 1001
Slogan: Bravo STI
Komentar: Bergabunglah-di-STI

PostSubyek: Re: MOTO: Mengenal Berbagai Tipe dan Kelas SepedaMotor   2010-07-09, 18:53

TIPE DAN KELAS SEPEDAMOTOR [3]

PENGETAHUAN DAN WAWASAN DASAR UNTUK MOTORBIKER
PENTING UNTUK MODIFIKASI


(C) 2006—2010 — E1 KOSTER 0115 Thunder Rider



BAGIAN TIGA



SINGLE-PURPOSE ONLY FOR ON-ROAD | STREET MOTORBIKE

Moto jalanan hadir dengan semua perlengkapan dibutuhkan dan diperlukan di jalan umum. Dilengkapi dengan lampu-lampu, cermin | kaca spion, klakson, hingga peredam suara knalpot. Ban telah dirancang sedemikian rupa memiliki pola yang memungkinkan traksi cukup baik untuk jalan kering dan basah. Tipe moto jalan umum ini mencakup beberapa kelas dan sub-tipe. Dasar pengkelasan moto terutama terletak pada perbedaan kapasitas mesin [dalam cc], ukuran fisik dan berat badan, yang mana juga secara sekilas tampak pada perbedaan ukuran ban. Mencakup sub-tipe, a.l.


ELECTRIC MOTO


CPI GTR 150

ELECTRIC MOTORBIKE (SEPEDAMOTOR LISTRIK)
Dirancang untuk digerakkan secara elektrik atau tanpa bahanbakar minyak, sehingga hampir tanpa bunyi dan zero-emisi alias samasekali tanpa pembuangan gas sisa pembakaran, yang mana tak mengambil andil dalam kebisingan dan penghangatan global (global warming). Meski dalam operasinya bebas emisi gas buang, tapi pembangkitan listrik yang memuati baterai dapat meyebabkan sedikit polusi udara. Hingga saat ini, jenis moto ini masih memiliki kendala untuk pengoperasian jarak jauh dan kecepatan tinggi, karena keterbatasan teknologi baterai digunakan. Satu alternativ jalan keluar untuk mengatasi kendala ini, sedang dikembangkan hibrida petroleum-elektrik dan sel-bahanbakar, agar dapat mencatu listrik cukup untuk rangkum jarak jauh dan meningkatkan unjukkerja.
Contoh, Yamaha Majesty 125 FI, SeeYes TDR 157 Z, SeeYes DM74 A EEC, CPI GTR 150, dll.


FUEL-CELL MOTO



FUEL-CELL MOTORBIKE (SEPEDAMOTOR SEL-BAHANBAKAR)
Merupakan pengembangan lanjut moto listrik, dirancang untuk digerakkan menggunakan sel-bahanbakar berbasis atom Hidrogenium, tipe selaput pertukaran proton (proton exchange membrane, PEM), sebagai gerakan teknologi kendaraan netral emisi (emissions neutral vehicle, ENV). Moto ini bertuhuh ringan, dengan badan langsing, steamlin dan aerodinamik, memiliki rangka dibuat dari cetakan pipa bolong alumunium kelas pesawat terbang, berbobot hanya sekitar 80 kg, dapat meluncur dengan kecepatan sampai 80 km per jam, dan dengan tanki penuh dapat bertahan sampai 4 jam tanpa isi-ulang. Baterai dapat dicopot dengan mudah dan dirancang portable (bisa dipindahkan) dari satu kendaraan ke kendaran lain, dapat digunakan untuk moto, oto, dan juga motorboat.


MINIMOTO


Suzuki DR Z 70

MINI-MOTO | MINI MOTORBIKE (SEPEDAMOTOR MINI)
Dirancang untuk kesederhanaan dan kemudahan berkendaraan dalam lingkungan perumahan dan sekitar, merupakan moto sangat kecil dan sangat ringan, dan sangat mudah digunakan, baik untuk orang dewasa maupun anak-anak. Otomatis, tanpa kopling dioperasikan-tangan (hand-operated cluth) atau kotak-gigi (gearbox, verseneling), sehingga sangat gampang dioperasikan. Tapi bisa juga digunakan untuk balapan oleh remaja dan anak-anak. Disebut juga "mini-moto". Dibeberapa negara, dilarang digunakan di jalan raya, karena terlalu ringan sehingga bisa berbahaya terhimpit diantara kendaraan besar dan berat.
Contoh, Suzuki DR Z 70, Suzuki RM 85 L, Suzuki DR Z 125 L, SDG Lili Mini 50 cc, SDG Speed Mini 100 cc, SDG Pro Mini 125 cc, dll.


MOPED


ZID 50 Pilot

MOPED | MOTORBIKE WITH PEDAL (SEPEDAMOTOR DENGAN PEDAL)
Dirancangan untuk kesederhanaan dan kemudahan berkendaraan dalam kota dan daerah pinggiran, bertubuh kecil, ringan, murah, mudah dioperasikan. Banyak digunakan oleh para remaja belasan tahun. Umumnya otomatis, dan dilengkapi dengan pedal.
Contoh, ZID 50 pilot, dll.


SCOOTER


Honda Vario


Yamaha Mio


Suzuki Spin

MOTO SCOOTER (MOTO PELUNCUR)
Dirangcang untuk penggunaan "unisex", artinya dapat digunakan oleh baik pria maupun wanita, dimana antara kemudi dan sadel tempat duduk terdapat ruang lekukan untuk kaki, sehingga dapat dikendarai tanpa mengangkangi bagian moto. Memiliki ban berukuran kecil. Skuter memiliki beberapa disain sedikit berbeda untuk jenis commuter, touring, dan sport.
Contoh, Piagio Vespa, Piaggio NRG Power DD | DT, Piaggio X8 125, Suzuki Burgman AN 650 X, Suzuki Spin, Yamaha Giggle, Yamaha Fino, Yamaha Mio, Honda Silver Wing, Honda Vario, XY Eagle 50 GT, XY 125 T 10, XY 150 T, dll.


UNDERBONE MOTO


Honda Revo


Honda Supra X 125 PGM FI


Suzuki Shogun 125


Suzuki Smash 110


Yamaha Jupiter MX RC


Yamaha Nouvo

UNDERBONE MOTORBIKE (SEPEDAMOTOR BALUNG-BAWAH | SEPEDAMOTOR MODEL-BEBEK)
Dirancang untuk kemudahan berkendaraan baik didalam kota maupun diluar kota, berukuran kecil dan ringan, dan relativ murah, memiliki disain yang merupakan bentuk antara skuter dan moto sejati, dengan ruang lekukan untuk kaki, sehingga tanki bensin berada dibawah sadel tempat-duduk, sementara pada kebanyakan moto, tanki bensin berbentuk air-mata dan terletak di atas antara panel instrumen dan sadel. Paling banyak diproduksi oleh Jepang sejak 1990an. Sangat populer di Asia, termasuk di Indonesia. Disebut juga moto model-bebek atau jenis "unisex". Bobot ringan, sederhana, irit, daya angkut lumayan, dan relativ serbaguna adalah utama. Jadi, moto bebek tak dirancang untuk kecepatan dan daya tempuh, kemampuan dan kenyamanan elajah jarak-jauh, sehingga samasekali tak layak untuk sport atau balap, dan juga tak dirancang untuk dimodifikasi.
Contih, Honda ForeSight, Honda Forza EX, Honda Pantheon 150, Honda Fit, Honda Supra Fit | R, Honda Supra X 125, | R | DD | PGM FI, Honda, Revo, Yamaha T-MAX | X-MAX, Yamaha Apha, Yamaha Vega R, Yamaha Nouvo, Yamaha Jupiter MX RC, Suzuki Bravo, Suzuki Shogun 125, Suzuki Smash 110 | 125, SS 110 GN, dll.


STANDARD MOTO


Honda NightHawk


Suzuki Thunder EN 125


Yamaha V-ixion 150

STANDARD | TRADITIONAL MOTORBIKE (SEPEDAMOTOR BAKU)
Dirancang untuk kemampuan serbaguna | versatilitas dan adaptabilitas segala-maksud melakukan tiap-sesuatu (all purpose, do-everything), dengan penampilan standar atau tradisional. Dibuat berdasarkan pada model klasik UJM (Univeral Japanese Motorcycle) yang pertama kali diproduksi dalam 1970an, tapi kini hadir dengan disain bodi lebih modern dan penampilan lebih keren dan menarik, dan tentu juga dengan performa | unjukkerja lebih baik.
Contoh, Honda MegaPro [std], Honda Tiger 200 [std], Yamaha RX Xing [std], Yamaha Scorpio 225 [std], Yamaha V-ixion [std], Suzuki Thunder 125 | 250 [std], Honda NightHawk, Suzuki G 550, Suzuki Bandit GSF 1250 ABS, Kawasaki Eliminator 125, Kawasaki Z 1000, Bajaj Pulsar DTSI 220, BMW R 850 R Classic, Caviga Planet 750, dll.


MOTO COMMUTER (MOTO PEMBOLAK-BALIK)
Merupakan kelompok moto jalanan yang digunakan sebagai kendaraan angkutan khusus maupun umum, yang digunakan sebagai kendaraan bolak-balik | pulang-pergi | antar-jemput sehari-hari, sedemikian sehingga didandani dan atau dimodifikasi agar sesuai dengan kondisi dan situasi jalan dilalui dan dapat mengakomodasi kebutuhan dan keperluan pulang-pergi. Kebanyakan adalah scooter, underbone, dan standard. Termasuk moto yang digunakan untuk kendaraan pribadi, operasi kantor, hingga yang digunakan sebagai ojeg.



[ . . . BERLANJUT . . .]
Kembali Ke Atas Go down
http://sti.thunder.or.id
Thunder Rider
Admin | WebMaster
Admin | WebMaster


Pembina Total Posan: 169
Reputasi: 22
Poin Brogader: 1916
Sejak: 21.06.10
Domisili: Parung. Bogor | BojongSari. Depok
Komunitas|Klub: KOSTER
Moto:
  • Thunder 125
Warna:
  • Silver
Tahun:
  • 2006
Hobi: 1001
Slogan: Bravo STI
Komentar: Bergabunglah-di-STI

PostSubyek: Re: MOTO: Mengenal Berbagai Tipe dan Kelas SepedaMotor   2010-07-09, 18:56

TIPE DAN KELAS SEPEDAMOTOR [4]

PENGETAHUAN DAN WAWASAN DASAR UNTUK MOTORBIKER
PENTING UNTUK MODIFIKASI


(C) 2006—2010 — E1 KOSTER 0115 Thunder Rider



BAGIAN EMPAT



NAKED MOTO


Yamaha YFZ 6


Suzuki Thuder EN 125


Kawasaki Z 1000

NAKED MOTORBIKE (SEPEDAMOTOR BUGIL)
Dirancang untuk dimodifikasi bebas dengan kemampuan kendara atau ridabilitas cukup tinggi, dan umumnya dengan unjukkerja atau performa moto sport. Dengan demikian, umumnya ditelanjangi habis-habisan dari dandanan bodi, sehingga tampil dengan perlengkapan minim tanpa pernak-pernik (accessories) samasekali. Moto bugil memiliki posisi kendara yang mengambil jalan tengah antara posisi ergonomik duduk tegak pada moto touring dan cruiser dan posisi non-ergonomik duduk bungkuk pada spd motor sport. Tak seperti moto touring yang memiliki aerodinamik "fairing", moto bugil sering tanpa atau sedikit "fairing". Kotak bagasi merupakan pilihan ekstra. Istilah bugil disini merujuk pada kurangnya dandanan bodi. moto bugil ini disebut juga "street fighter" (pelaga jalan, jagoan jalan) atau "road warrior" (serdadu jalan, ksatria jalan).
Contoh, Honda MegaPro [N], Honda Tiger 200 [N], Yamaha Scorpio 225 [N], Yamaha V-ixion [N], Suzuki Thunder 125 | 250 [N], Honda NightHawk, Yamaha YFZ 6, dll.


STREET CUSTOM MOTORBIKE (SEPEDAMOTOR SESUAI JALAN)
Dirancang untuk unjuk-kerja di jalan raya dengan kemampuan kendara atau ridabilitas cukup tinggi, dan merupakan moto yang bisa dimodifikasi secara bebas, biasanya dengan warna menyolok, dan dibuat untuk penampilan, tapi umumnya dikonstruksi dari kerangka moto sport daripada kerangka cruiser.


CHOPPER


Harley-Davison Long-Arms

MOTO CHOPPER (MOTO PENGGEBRAK)
Chopper dirancang untuk gaya penampilan, dibuat berdasarkan kerangka bergaya cruiser yang dimodifikasi habis-habisan dengan garpu depan lebih panjang dan umumnya dengan warna menyolok. Chopper dibuat cendrung lebih memperhatikan gaya penampilan (style) daripada daya-kendara | ridabilitas, performa, dan manouver di jalan raya. Meski demikian, karena garpu depan yang panjang, chopper memiliki kemampuan redam getaran paling baik. Beberapa jenis cruiser bisa dimodifikasi menjadi chopper.
Contoh, Harley-Davidson Night Train, Harley-Davidson SoftTail, Harley-Davidson Spinner, RSD 280, V ROD 7, XY 150 EEC, dll.


RANGER | ROVER | HUNTER


Harley-Davison Military

MOTO RANGER | ROVER | HUNTER (MOTO PERANGKUM | PERAMBAH | PEMBURU)
Moto jenis ranger atau rover atau hunter dirancang untuk mampu melakukan manauver di berbagai medan berat, seperti di padang rumput, gurun pasir hingga ke gurun salju. Rancangannya mengutamakan unjukkerja dan kehandalan (performance and reliability) daripada penampilan dan keindahan (appearance and beauty). Moto ini digunakan untuk keperluan militer, dimana dibutuhkan kemampuannya di medan tempur. Moto jenis ini disebut juga "field fighter" (penggempur medan).
Contoh, Harley-Davidson Military, dll.


CRUISER | ROADER


Honda Shadow VLX VT 600 CD


Yamaha RoadLiner S 1850


Kawasaki Vulcan 500 LTD

MOTO CRUISER | ROADER (MOTO PENJELAJAH | PEJALAN)
Dirancang untuk kemampuan jelajah. Cruiser, mencakup moto kecil sampai besar, dirancang untuk kenyamanan dan penampilan dengan posisi duduk tegak, untuk perjalanan jarak dekat sampai jauh, di berbagai situasi dan kondisi medan yang cukup bervariasi. Banyak menggunakan bahan metalik dan bisa dimodifikasi bebas. Jenis cruiser umumnya hadir tanpa "fairing", dengan tampilan bersandar ke belakang, memiliki stang membujur ke belakang, sadel lebih ramping atau agak sempit, yang memungkinkan bebagai posisi berkendaraan dengan injakan kaki bisa lebih bebas ke depan. Kemampuan manouver kendaraan dan daya jelajah adalah utama.
Contoh, Honda MegaPro [C], Honda Tiger 200 [C], Yamaha Scorpio 225 [C], Yamaha V-ixion [C], Suzuki Thunder 125 | 250 [C], Honda Shadow VLX VT 600 CD, Honda Shadow Sabre VTX 1800, Yamaha XVS 650, Yamaha FZR 1000, Yamaha RoadLiner S 1850, Suzuki Boulevard M 109 R, Suzuki Intruder VL 1500, Kawasaki Eliminator, Kawasaki Vulcan 500 LTD,
Harley-Davidson Cruiser, Xtreme Montana 250, dll.


TOURER


Honda Gold Wing


Yamaha Royal Star TDX 1300


Suzuki Bandit 1200 GT

TOURING MOTORBIKE (SEPEDAMOTOR TAMASYA) | MOTO TOURER (MOTO PETAMASYA)
TM dirancang untuk kemampuan perjalanan jarak jauh dan wisata, seperti antar-kota, antar-provinsi. Fitur pembeda yang tampak jelas adalah disain bodi aerodinamik, "fairing", yang berfungsi sebagai pemandu angin aerodinamik yang mengurangi hambatan (drag), membalut hampir keseluruhan bodi mulai dari lampu depan depan ke dua samping kanan-kiri arah ke belakang, sekaligus meningkatkan "style" atau gaya penampilan. TM juga dilengkapi dengan kebutuhan perjalanan jarak jauh, seperti sadel yang empuk dan nyaman, tas (bag) perjalanan atau kotak (box) di belakang dan atau di dua samping kiri kanan. TM, pada intinya dirancang untuk kenyamanan pengendara dan penumpang, kapasitas bawa barang, dan kehandalan perjalanan jarak jauh. Beberapa moto jenis cruiser dan sport juga dapat dimodifikasi sebagai TM dengan perubahan sadel tempat duduk, penambahan tas dan atau kotak bagasi (baggage, luggage). Kenyamanan kendaraan, daya angkut dan keiritan bahanbakar adalah utama. Jadi TM dirancang bukan untuk kecepatan atau digunakan untuk balapan.
Contoh, Honda MegaPro [T, Honda Tiger 200 [T], Yamaha Scorpio 225 [T], Yamaha V-ixion [T], Suzuki Thunder 125 | 250 [T], Honda Gold Wing, Yamaha Royal Star Tour Deluxe 1300, Suzuki Intruder 1500 LC T, Suzuki Bandit 1200 GT, BMW K 1200 LT, BMW R 1200 LT, BMW R 1200 RT, dll.


CRUISER—TOURER


Harley-Davidson CT


Suzuki Boulevard C 90 T


Suzuki Boulevard C 109 RT

MOTO CRUISER—TOURER (MOTO PENJELAJAH-PETAMASYA)
Merupakan cruiser sekaligus tourer. Tak ada perbedaaan rangka (chasis) secara mendasar. Perbedaan utama terletak pada dandanan bodi, dimana adanya tambahan tas (bag) dan atau kotak (box) sebagai bagasi yang menjadi ciri khas tourer, dan perlengkapan lain penunjang perjalanan wisata (touring). Umumnya merupakan edisi lanjut cruiser dalam versi sama, dimana jika untuk cruiser menggunakan kode "C", maka pada pada cruiser-tourer menjadi "CT".
Contoh, Honda MegaPro [CT], Honda Tiger 200 [CT], Yamaha Scorpio 225 [CT], Yamaha V-ixion [CT], Suzuki Thunder 125 | 250 [CT], Harley-Davidson CT, Suzuki Boulevard C 90 T, Suzuki Boulevard C 109 RT, dll.


RACING MOTO


Bajaj Pulsar DTSI 220

Suzuki FXR 150


MainBon GS 052 A


RACING MOTORBIKE (SEPEDAMOTOR BALAP) | MOTO RACER (MOTO PEMBALAP)
Dirancang untuk kecepatan tinggi dan kemampuan balap, baik di jalanan maupun di sirkuit, mencakup moto yang tidak bisa atau bisa dimodifikasi untuk balapan atau olahraga. Tubuhnya dibuat ramping dan aerodinamik, tanpa atau dengan "fairing". Posisi pengendara dibuat agak membungkuk atau membungkuk penuh kedepan. Kecepatan kendaraan dan stabilitas adalah utama. Motoracing sejati, terutama kelas berat, dirancang hanya untuk satu orang alias tanpa penumpang, jadi hanya memiliki sadel untuk pengendara, tanpa fasilitas untuk boncengan, dan ini menjadi satu ciri khas yang membedakan motoracing dengan yang non-racing.
Contoh, Suzuki FXR 150, Bajaj Pulsar DTSI 180 | 220 RW, MainBon GS 052 A, dll.


POCKET MOTO


MainBon GS 052 B


MainBon GS 052 C


MainBon GS 077 A

POCKET MOTORBIKE (SEPEDAMOTOR KADUT)
Dirancang untuk kecepatan tinggi dan kemampuan balap, dan dibuat dari rangka moto bugil atau moto olahraga, dimana tubuh diselimuti dengan "fairing" penuh. Posisi pengendara dibuat membungkuk penuh kedepan. Kecepatan kendaraan dan stabilitas adalah utama. Bedanya dengan moto olahraga adalah bahwa rangka moto kadut bisa dari rangka moto bugil.
Contoh, MainBon GS 052 B, GS 052 C, GS 077 A, dll.



[ . . . BERLANJUT . . .]
Kembali Ke Atas Go down
http://sti.thunder.or.id
Thunder Rider
Admin | WebMaster
Admin | WebMaster


Pembina Total Posan: 169
Reputasi: 22
Poin Brogader: 1916
Sejak: 21.06.10
Domisili: Parung. Bogor | BojongSari. Depok
Komunitas|Klub: KOSTER
Moto:
  • Thunder 125
Warna:
  • Silver
Tahun:
  • 2006
Hobi: 1001
Slogan: Bravo STI
Komentar: Bergabunglah-di-STI

PostSubyek: Re: MOTO: Mengenal Berbagai Tipe dan Kelas SepedaMotor   2010-07-09, 18:57

TIPE DAN KELAS SEPEDAMOTOR [5]

PENGETAHUAN DAN WAWASAN DASAR UNTUK MOTORBIKER
PENTING UNTUK MODIFIKASI


(C) 2006—2010 — E1 KOSTER 0115 Thunder Rider



BAGIAN LIMA



RACE-REPLICA | CROTCH ROCKET | SPORTER








SPORT MOTORBIKE (SEPEDAMOTOR OLAHRAGA) | MOTO SPORTER (MOTO PEOLAHRAGA)
Dirancang untuk stabilitas, pertahanan keseimbangan pada kecepatan tinggi dan pada jalan berangin kencang. Moto sport sejati memiliki mesin yang terdiri dari dua atau lebih silinder untuk menghasilkan daya dorong, dibuat dengan kerangka logam campuran alumunium, mengggunakan peredam-kejut (shock-breaker) suspensi tegar untuk meningkatkan penangaan operasi, ban dengan daya cengkram tinggi dan daya pengereman kuat, dan tubuhnya menggunakan "fairing" penuh. Berbeda dengan TMB yang dirancang untuk duduk tegak dan bisa bersandar ke belakang, moto sport memiliki stang pendek, agar badan pengendara membungkuk ke depan di atas tanki bensin, untuk mengurangi resistansi angin alias memperkecil daya hambat (drag). Disebut juga moto "race replica" karena keserupaannya dengan moto racing. Istilah slang adalah "crotch-rocket". Jika kesamaan dua jenis moto ini adalah pada disain aerodinamik, kecepatan, dan stabilitas, maka perbedaan utama antara moto racing dan moto sport adalah pada berat badan kendaraan dan kapasitas silinder mesin. Jika moto racing bertubuh ramping dan ringan, maka moto sport bertubuh besar dan berat. Rasio daya dan berat kendaraan tipikal berkisar satu tenaga kuda (horse power, hp) daya dorong untuk tiap satu kg berat kendaraan. moto sport sejati, terutama kelas berat, dirancang hanya untuk satu orang alias tanpa penumpang, jadi hanya memiliki sadel untuk pengendara, tanpa fasilitas untuk boncengan, dan ini menjadi satu ciri khas yang membedakan moto sport dengan yang non-sport.

Moto sport diklasifikasi atas beberapa peringkat kelas, lebih-kurang sbb.

- beginner (pemula) | yunior, 400 cc kebawah
- entry-level sport, 400 s/d 600 cc
- supersport, 600 s/d 800 cc
- superbike, 800 s/d 1.000 cc
- hypersport | hyperbike, 1.000 cc keatas


BEGINNER | ENTRY-LEVEL MOTO SPORT


Honda Interceptor 500 R


Suzuki Katana GSX 500 R


Kawasaki Ninja 500 R

BEGINNER | ENTRY-LEVEL CLASS SPORT MOTORBIKE (SEPEDAMOTOR SPORT KELAS PEMULA)
Dirancang untuk mengenalkan para pengendara yang merupakan pembalap yunior ke rangcangan moto sport sejati. Dibuat tak terlalu berat, tapi cukup kuat, dan relativ tak terlalu mahal. Dengan fairing minim atau tanpa fairing untuk memotong harga dan biaya pemeliharaan bila jatuh. Meski memiliki kemampuan daya dorong tinggi, mesinnya tak begitu hebat. Sementara ukuran badannya bisa mengakomodasi tubuh para pengendara dengan berbagai ketinggian dan berat.
Contoh, Honda MegaPro [S], Honda Tiger [S], Yamaha Scorpio [S], Yamaha V-ixion [S], Suzuki Thunder [S], Kawasaki Ninja [S], Honda Interceptor, Honda CBR 125 | 250, Suzuki Bandit 250 R, Suzuki GS 500 E, Suzuki Katana GSX 500 R, Kawasaki Ninja 250 R | 500 R, dll.


SUPERSPORT


Honda CBR 600 RR


Kawasaki Ninja ZX 6 R


Kawasaki Ninja ZX 7 RR

SUPERSPORT CLASS SPORT MOTORBIKE (SEPEDAMOTOR SPORT KELAS SUPERSPORT)
Dirancang untuk performa optimal pada jalur balap. Dibuat memiliki pembangkit daya dorong dengan perpindahan kecil dengan ukuran kapasitas silinder mesin 600 s/d 800 cc. Kebanyakan dengan berat antara 200 s/d 250 kg dan daya dorong lebih 100 tenaga kuda [hp]. Moto ini dirancang ergonomik untuk pengendara dengan tubuh pas. Tapi, pengedara dengan tubuh kecil dan pendek, terutama berkaki pendek akan kesulitan menunggang moto ini karena dua tapak kaki tak bisa menyentuh tanah secara sempurna ketika moto dalam posisi tegak. Sebaliknya, pengedara berbadan besar dan bertubuh tinggi bisa kram dan tak nyaman.
Contoh, Honda CBR 600 RR, Yamaha YZF 600 R, Suzuki Katana GSX 600 R, GSX 750 R, Kawasaki ZX 6 R, ZX 6RR, ZZR 600, ZX 7 R, Z 750 R, Triumph Daytona 675, dll.


SUPERBIKE


Ducati 1098 R


Kawasaki Ninja ZX 10 R


Suzuki Bandit 1000 R

SUPERBIKE CLASS SPORT MOTORBIKE (SEPEDAMOTOR SPORT KELAS SUPERBIKE)
Istilah "superbike" sebenarnya sebelumnya adalah merekdagang Ducati Motor Holding, tapi karena popularitas moto dalam segmen ini, istilah ini diadopsi untuk menyatakan semua moto dalam kelas ini terlepas dari pabrikannya. Superbike pada dasarnya memiliki karakteristik serupa dengan supersport, tapi mesinnya memiliki daya dorong lebih besar dengan perpindahan besar (large displacement), biasanya antara 800 s/d 1000 cc. Superbike tipikal mampu menahan berat beban antara 220 s/d 240 kg dan menghasilkan daya 140 sampai 180 tenaga kuda [hp].
Contoh, Honda CBR 1000 RR, Yamaha YZF 1000 RS, Suzuki Bandit 1000 R, Kawasaki Ninja ZX 10 R, Z 1000 R, Ducati 1098, dll.


HYPERSPORT | HYPERBIKE


Suzuki Hayabusa GSX 1300 R


Kawasaki Ninja ZX 12 R


Kawasaki Ninja ZX 12 R

HYPERSPORT | HYPERBIKE CLASS SPORT MOTORBIKE
(SEPEDAMOTOR SPORT KELAS HYPERSPORT | HYPERBIKE)

Hyperbike pada dasarnya juga memiliki karakteristik serupa dengan supersport dan superbike, tapi mesinnya memiliki daya dorong jauh lebih besar dengan perpindahan sangat besar (very large displacement), biasanya antara 1100 s/d 1400 cc. Hyperbike tipikal memiliki berat kendaraan sekitar 250 kg, tapi mampu melaju dengan kecepatan lebih 180 mph. Peningkatan berat badan ini selaras dengan kemampuan jalur balap disamping peningkatan stabilitas dan daya cengkram lebih tinggi pada kecepatan sangat tinggi. Faktor kompromistik antara berat beban dan kecepatan tinggi dan stabiltas tinggi, membuat pabrikan juga kesulitan untuk membuat disain ergoniomik untuk kenyamanan pengendara.
Contoh, Honda CBR 1100 XX, Suzuki Bandit 1250 R, Suzuki Hayabusa GSX 1300 R, Kawasaki Ninja ZX 12 R, ZRX 1200 R, ZX 14 R, ZZR 1400, dll.


SPORT-TOURER


Honda ST 300 ABS


Yamaha YJF R 1300 A


BMW F 800 ST

SPORT-TOURING MOTORBIKE (SEPEDAMOTOR OLAHRAGA-WISATA)
Merupakan produk hibrida antara moto olahraga dan moto wisata, bukan modifikasi pemilik, tapi buatan-pabrik, untuk pengendara yang menginginkan dua kualitas sekaligus dalam satu moto. Dibuat untuk kenyamanan ergonomik pengendara dengan tetap mempertahankan posisi balap duduk bungkuk ke depan. Sehingga sedikit lebih nyaman dibanding moto sport, tapi sedikit kurang nyaman dibanding moto touring, karena mengambil jalan tengah kompromistik. Sedikit kurang daya dan performa daripada moto sport, karena ada tambahan kotak bagasi, dan sedikit lebih berat daripada moto touring. Fitur hibrida bergantung pada penekanan apakah lebih berat ke model sport atau ke model touring atau seimbang. Jadi bisa memiliki model antara sport superbike dengan ergonomik pengendara dan full-featured touring dengan kemampuan sport.
Contoh, Honda MegaPro [ST], Honda Tiger [ST], Yamaha Scorpio [ST], Yamaha V-ixion [ST], Suzuki Thunder [ST], Kawasaki Ninja [ST], Honda ST 300 ABS, Honda VFR 800, Yamaha YJF T 1300 A, BMW K 1200 GT, BMW R 1200 ST, Triumph Sprint ST, dll.



[ . . . BERLANJUT . . .]
Kembali Ke Atas Go down
http://sti.thunder.or.id
Thunder Rider
Admin | WebMaster
Admin | WebMaster


Pembina Total Posan: 169
Reputasi: 22
Poin Brogader: 1916
Sejak: 21.06.10
Domisili: Parung. Bogor | BojongSari. Depok
Komunitas|Klub: KOSTER
Moto:
  • Thunder 125
Warna:
  • Silver
Tahun:
  • 2006
Hobi: 1001
Slogan: Bravo STI
Komentar: Bergabunglah-di-STI

PostSubyek: Re: MOTO: Mengenal Berbagai Tipe dan Kelas SepedaMotor   2010-07-09, 18:59

TIPE DAN KELAS SEPEDAMOTOR [6]

PENGETAHUAN DAN WAWASAN DASAR UNTUK MOTORBIKER
PENTING UNTUK MODIFIKASI


(C) 2006—2010 — E1 KOSTER 0115 Thunder Rider



BAGIAN ENAM



SINGLE-PURPOSE ONLY FOR OFF-ROAD | NON-STREET MOTORBIKE

Moto non-jalanan hadir tanpa perlengkapan untuk di jalan umum. Mesin dirancang untuk dapat menangani lompatan, hentakan jatuh, benjolan gundukan dan rintangan pada jalan rusak, kawasan belukar liar, bebukitan pegunungan, dan sirkuit balap tertutup. Memiliki kerangka agak sempit dan ringan, celah lebar terhadap tanah dan sistem suspensi khusus. Menggunakan starter tendang (kick starter) untuk mengurangi berat kendaraan, dan ban dengan pola ulir untuk meningkatkan traksi atau daya cengkram. Karena moto non-jalanan standar tak dilengkapi dengan lampu, cermin | kaca spion, klakson, dan peredam suara knalpot, maka moto non-jalanan dilarang digunakan di jalan umum, kecuali telah dimodifikasi dengan tambahan perlengkapan tsb. Moto ini sangat cocok untuk jalan rusak, banyak bolongan dan gundukan [seperti polisi tidur, poldur]. Jadi, moto ini tak dirancang untuk kenyamanan pengendara dalam perjalanan jarak jauh, dan umumnya juga tidak untuk penumpang boncengan. Mencakup beberapa sub-tipe, a.l.

A. trial motorbike (sepedamotor uji-coba)
B. dirt | trail motorbike (sepedamotor kotor | tapak) | off-road motocross (moto-terjang lepas-jalan)
C. supermoto | on-road motocross (moto-terjang pada-jalan)


TRIAL MOTO


FS 211 A 110 cc


Kawasaki Cobra CX 65


SQ MT DB 02

TRIAL MOTORBIKE (SEPEDAMOTOR UJI-COBA)
Dirancang seramping dan seringan mungkin, tanpa sadel memadai, karena untuk dikendarai sambil berdiri, agar diperoleh kebebasan penuh posisi badan pengendara dan kemampuan "stunt" atau akrobatik, untuk digunakan dalam trial | uji-coba. Moto seperti ini juga banyak digunakan pada pertunjukan akrobatik dalam sirkus.
Contoh, FS 211 A 110 cc, SQ MT DB 02, dll.


DIRT MOTO | TRAIL MOTO | MOTOCROSS


Honda CRF 450 X


Suzuki DRZ 400 E


Kawasaki KX 125

TRAIL MOTORBIKE | DIRT MOTORBIKE | MOTOCROSS (SEPEDAMOTOR TAPAK | KOTOR | TERJANG)
Dirancang untuk kemampuan lompatan tinggi, digunakan dalam balapan pada sirkuit tertutup yang memiliki terrain bervariasi dengan lumpur, pasir, dan krikil. Bila dirancang bukan untuk balap, disebut juga "dirt motorbike" (sepedamotor kotor). Jenis moto ini bisa digunakan untuk rekreasi "off-road" tak resmi, atau "mudding" (berkubang, bergelimang lumpur). Di Indonesia, sebutan "mototrail" sering digunakan untuk motocross ini.
Contoh, Honda CRF 450 X, Yamaha WR 450 F, Kawasaki KX 125, Xtreme Stock 50 cc | 90 cc | 125 cc, SQ MT DB 01 to 07, dll.


SUPERMOTO | SUPERMOTARD


Honda CRF 450 R


Suzuki RM 450


Yamaha Roadster MT 03

SUPERMOTO | SUPERMOTARD
Merupakan generasi baru motocross setelah 1990an, dimana mesin motocross ditaut dengan roda jalanan dan ban serupa dengan yang digunakan moto sport, sehingga moto ini tak hanya bisa digunakan dalam balapan sirkuit tertutup, tapi juga untuk "rally" jarak jauh. Disebut juga supermotard.
Contoh, Honda CRF 450 R, Yamaha YZ 450 F, dll.


DUAL-PURPOSE FOR ON-ROAD AND OFF-ROAD | STREET AND NON-STREET MOTORBIKE

Merupakan moto hibrida, kombinasi kompromistik antara moto jalanan dan moto non-jalanan, atau dengan kata lain, moto jalanan yang memiliki kemampuan non-jalanan. Bisa digunakan untuk baik di jalanan beraspal licin mulus maupun di jalanan tanah bergelombang atau banyak berlubang dan bergundukan. Jenis moto ini barangkali sangat cocok untuk menempuh daerah pinggiran dan pedesaan di Indonesia, dimana kebanyakan jalan rusak parah. Mencakup sub-tipe, a.l.

A. enduro motorbike (sepedamotor tanggung)
B. dual-sport motorbike (sepedamotor ganda-olahraga) | moto dual-sporter
C. adventure-touring motorbike (sepedamotor tualang-tamasya) | moto adventurer-tourer

Umumnya merupakan moto kelas menengah atau kelas berat ringan (light weight).


ENDURO


BMW R 1200 GS

ENDURO MOTORBIKE (SEPEDAMOTOR TANGGUNG)
Merupakan versi motocross untuk jalan raya, yang mana memiliki celah tanah lebar dan suspensi lebih, tapi dengan kenyamanan minimal, sehingga kurang cocok untuk perjalanan jarak jauh yang membutuhkan kenyamanan. Fitur yang membedakannya dengan motocross adalah peredam suara knalpot, sehingga suaranya lebih halus, berat roda, dan perlengkapan diperlukan untuk penggunaan di jalan umum.
Contoh, BMW R 1200 GS, dll.


DUAL-SPORTER


Yamaha TW 200


Suzuki DR Z 400 SM


Suzuki V Storm DL 1000

DUAL-SPORT MOTORBIKE (SEPEDAMOTOR GANDA-OLAHRAGA) | MOTO DUAL-SPORTER
Merupakan kombinasi kompromistik antara moto sport dan motocross, dengan karakteristik berimbang atau satu lebih unggul. Dua kebutuhan ini kadang-kadang konflik, mana lebih diutamakan, untuk jalan kota atau jalan desa, dan ada pabrikan yang cendrung memilih berat sebelah, sehingga menghasilkan berbagai variasi moto dalam kategori ini.
Contoh, Yamaha TW 200, Suzuki DR 200 SE, DR Z 400 E, DR Z SM, Suzuki V Storm DL 1000, Kawasaki KLR 650, dll.


ADVENTURE—TOURER


BMW R 1200 GS Adventure


BMW R 1200 GS Adventure

ADVENTURE-TOURING MOTORBIKE (SEPEDAMOTOR TUALANG-TAMASYA) | MOTO ADVENTURE—TOURER
ATM adalah bentuk hibrida antara moto touring dan moto dual-sport. ATM hampir serupa dengan moto dual-sport, perbedaannya terletak pada ukuran tubuh dan berat badan dan dandanan. ATM lebih besar dan lebih berat daripada moto dual-sport, tapi lebih kecil dan lebih ringan daripada TM. ATM sedikit kurang berdandan dibanding TM, untuk mengurangi beban, Dirancang untuk keperluan bertualang sekaligus bertamasya ke daerah dengan jalan tak rata. Sangat cocok digunakan untuk banyak daerah di Indonesia.
Contoh, BMW R 1200 GS Adventure.



[ . . . BERLANJUT . . . ]
Kembali Ke Atas Go down
http://sti.thunder.or.id
Thunder Rider
Admin | WebMaster
Admin | WebMaster


Pembina Total Posan: 169
Reputasi: 22
Poin Brogader: 1916
Sejak: 21.06.10
Domisili: Parung. Bogor | BojongSari. Depok
Komunitas|Klub: KOSTER
Moto:
  • Thunder 125
Warna:
  • Silver
Tahun:
  • 2006
Hobi: 1001
Slogan: Bravo STI
Komentar: Bergabunglah-di-STI

PostSubyek: Re: MOTO: Mengenal Berbagai Tipe dan Kelas SepedaMotor   2010-07-09, 19:02

TIPE DAN KELAS SEPEDAMOTOR [7]

PENGETAHUAN DAN WAWASAN DASAR UNTUK MOTORBIKER
PENTING UNTUK MODIFIKASI


(C) 2006—2010 — E1 KOSTER 0115 Thunder Rider



BAGIAN TUJUH



ARTI KODE HURUF DAN ANGKA PADA NAMA KENDARAAN

Pada sepedamotor dan kendaraan bermotor pada umumnya, tipe, subtipe, model, dan ukuran kapasitas silinder, biasanya dinyatakan dengan kode huruf dan angka sesudah nama. Misal, Suzuki EN 125, GSX 250,dlsb.

Kode angka menyatakan pembulatan ukuran kapasitas silinder atau perpindahan (displacement), dalam cc (centimeter cubic), ratus atau ribu cc, bergantung cara penulisan, satu, dua, tiga, atau empat angka.

Sedangkan kode huruf memiliki arti bervariasi, bergantung pada urutan penempatannya, sebelum dan atau sesudah kode angka, dan maksud pabrikan. Beberapa arti huruf tsb diantaranya, sensitiv konteks, adalah sbb.

A, Advanced, Adventure, Auto, Audio, Aerial
B, Basic, Beginner, Bag, Box
C, Cruiser, Crosser, Custom, Classic, Cool
D, Deluxe, Dual, Double, Digital
E, Entry, Enhanced, Edition, Electric, Electronic
EE, Enhanced Edition
EL, Entry Level [class]
EN, Entry Level Naked
F, Fairing, Fighter, Final, Fixed, Fast
FF, Full Fairing, Field Fighter
G, Grand, Great, Weight, Gold, Giga, Gain, Gas
GA, Grand Adventure
GL, Grand Light
GR, Grand Racer | Roader | Roller | Ranger | Rover
GS, Grand Sport
GX, Grand Extended
GSX, Grand Sport Extended
GT, Grand Tourer
H, Hunter, High, Head, Hornet, Hot
I, Intermediate, Initial, Ignition, Injection
J, Jet, Justified, Junior, Jumper
K, Kilo, Kick [starter]
L, Lux, Light, Long, Limited, Low, Lower
LE, Limited Edition
LTD, Limited [edition]
M, Mid, Medium, Mini, Modified, Mega, Mark
MT, Motard
N, Naked [edition], New [edition]
O, Over, Open, On-Road, Off-Road
P, Professional, Prime, Power, Platinum, Pocket
Q, Quad, Quick
R, Racer, Roader, Roller, Ranger, Rover, Revised
RE, Revised Edition
RR, Racer Roader, Ranger Rover
RV, Revised Version
S, Sporter, Standard, Super, Small, Short, Silver
SS, Super Sport
STD, Standard [edition]
T, Tourer, Trailer, Traditional, Twin, Tail, Track
U, Under, Upper
V, Version, Variant, Valve
W, Weight, Wide, Wheel, Wind[shield]
X, Extra, Extended, Executive, Crosser
XE, Extended Edition
XL, Extra Light, Extra Long
XS, Extra Sport, Extra Small, Extra Short
Y, Hyper, Yare, Yald, Yond
Z, Zenith [Final], Zip, Zig-Zag, Zone, Zoom

CDI, Capasitor Discharge Ignition
SOHC, Single Over-Head CamShaft
DOHC, Dual Over-Head CamShaft
DTS-i, Digitial Twin-Spark Ignition
DTS-Fi, Dual Twin-Spark Fuel-Injection


Karena begitu banyaknya pabrikan sepedamotor, merek, jenis, macam, ragam, dan aneka atau variasi dan modifikasi moto, hanya sebagian kecil dapat penulis tampilkan disini, sekedar sebagai gambaran, untuk membedakan suatu kelompok dan kelompok moto lain berbeda.

Semoga dengan artikel singkat ini pembaca dapat lebih mengenal tentang berbagai sepedamotor, disain, fungsi, tujuan dan kemampuan masing-masing, sehingga lebih memudahkan dalam memilih dan membeli sepedamotor sesuai dengan kebutuhan dan keperluan, dan yang paling penting adalah bagaimana menggunakan di jalan sesuai dengan karakter sepedamotor tsb.

Demikian dan sekian ulasan dan pembahasan ini. Mohon maaf, koreksi, dan atau adisi, bila ada kekurangan, kekeliruan, salah ketik dan salah kata. Terimakasih atas perhatian dan salam hangat penunggang guruh . . .

. . .

__________________________________________________

(C) 2006-2010 - E1 KOSTER 0115 Thunder Rider

HAKI (Hak Atas Kepemilikan Intelektual) karya tulis intelektual ini dilindungi oleh Undang-Undang Negara Republik Indonesia, dan juga oleh konvensi dan provisi internasional atas karya intelektual di tiap negara di seluruh dunia.

Tak sebagian pun dr tulisan, dokumen atau pagina jala ini boleh disalin, digandakan dan atau diperbanyak: diduplikasi, direplika, direproduksi, ditransmisi, ditranskripsi, ditranslasi kedlm bentuk bahasa apapun atau disimpan dlm satu sistem retrieval apapun; dlm bentuk apapun atau dlm cara apapun, mencakup tp tak terbatas pd cara optik, elektromagnetik, elektronik, elektromekanik, atau lainnya; utk maksud dan tujuan komersial; tanpa pemberitahuan dan perkenanan tertulis terlebih dulu dr pemilik hak atas karya intelektual ini.

Untuk non-komersial, penggunaan sebagai rujukan atau referensi, secara keseluruhan atau sebagian, harap cantumkan sumber informasi ini sebagai acuan.

______________________________
SALAM PENUNGGANG GURUH
penerjun - penyelam - penembak

SILVER HAWK THUNDER RIDER KOSTER 115
THUNDER 512KB

Bogor - Parung - BojongSari - Depok - Jakarta pp

083-KOSTER-115, 088-8872-8949, 0251-8611-593.

Kembali Ke Atas Go down
http://sti.thunder.or.id
Thunder Rider
Admin | WebMaster
Admin | WebMaster


Pembina Total Posan: 169
Reputasi: 22
Poin Brogader: 1916
Sejak: 21.06.10
Domisili: Parung. Bogor | BojongSari. Depok
Komunitas|Klub: KOSTER
Moto:
  • Thunder 125
Warna:
  • Silver
Tahun:
  • 2006
Hobi: 1001
Slogan: Bravo STI
Komentar: Bergabunglah-di-STI

PostSubyek: Re: MOTO: Mengenal Berbagai Tipe dan Kelas SepedaMotor   2010-07-09, 19:17

KOSAKATA BAHASA :

ROLLING DAN TOURING — SERUPA TAPI TAK SAMA
  • ROLL = gelinding
    ROLLING = penggelindingan : perjalanan menggelinding jarak dekat sampai sedang, hanya satu arah atau sekali jalan, dua-arah atau bolak-balik, dan tapi tak harus kembali ke titik awal atau semula.


  • VISIT = wisata, kunjungan
    VISITING = pewisataan, pengunjungan
    VISITING ROLLING = rolling wisata, penggelindingan wisata, penggelindingan kunjungan.


  • TOUR = tamasya
    TOURING = petamasyaan : perjalanan berputar jarak jauh, menjalani atau melintasi suatu lintasan melingkar atau sirkuit tertutup, dan harus kembali ke titik mulai.


KOSAKATA INGGRIS — INDONESIA — SATU KE SATU

INGGRISINDONESIA
to roll - rolling - rolled= menggelinding
roll= gelinding
rolling= penggelindingan
roller= pegelinding
to visit - visiting - visited= berwisata, mengunjungi
visit= wisata, kunjungan
visiting= pewisataan, pengunjungan
visitor= pewisata, wisatawan, pengunjung
visiting rolling= rolling wisata, penggelindingan wisata
to tour - touring - toured= bertamasya
tour= tamasya
touring= petamasyaan, ketamasyaan
tourer= petamasya, tamasyawan
to travel - travelling - traveled= berjalan, melakukan perjalanan
travel, travelling= perjalanan
traveler= pejalan
to trip - tripping - tripped= berkelana
trip= kelana, pengelanaan
tripping= kepengelanaan
tripper= pengelana
to adventure - adventuring - adventured= bertualang
adventure= tualang, petualangan
adverturer= petualang
adventurous= bersifat petualang
to journey - journeying - journeyed= mengembara
journey= kembara, pengembaraan
journeyer= pengembara
to voyage - voyaging - voyaged= berarung, mengarungi
voyage= pearungan, pengarungan
voyaging= kepearungan, kepengarungan
voyager= pearung, pengarung
to wander - wandering - wandered= melanglangbuana
wander= lalangbuana, pelalangbuanaan
wandering= kepelalangbuanaan
wanderer= pelalangbuana
to ramble - rambeling - rambeled= merambah
ramble= perambahan
rambeling= keperambahan
rambeler= perambah
to rove - roving - roved= merantau
rove= rantau, rantauan, perantauan
roving= keperantauan
rover= perantau
to range - rangging - ranged= merangkum
range= rangkum, rangkuman, perangkuman
rangging= keperangkuman
ranger= perangkum
to cruise - cruissing - cruised= menempuh
cruise= penempuhan
cuissing= kepenempuhan
cruiser= penempuh
to explore - exploring - explored= menjelajah
exploration= penjelajahan
explorer= penjelajah

__________________________________________________

(C) 2009-2010 — E ONE S KOSTER 0115 Thunder Rider

HAKI (Hak Atas Kepemilikan Intelektual) karya tulis intelektual ini dilindungi oleh Undang-Undang Negara Republik Indonesia, dan juga oleh konvensi dan provisi internasional atas karya intelektual di tiap negara di seluruh dunia.

Tak sebagian pun dr tulisan, dokumen atau pagina jala ini boleh disalin, digandakan dan atau diperbanyak: diduplikasi, direplika, direproduksi, ditransmisi, ditranskripsi, ditranslasi kedlm bentuk bahasa apapun atau disimpan dlm satu sistem retrieval apapun; dlm bentuk apapun atau dlm cara apapun, mencakup tp tak terbatas pd cara optik, elektromagnetik, elektronik, elektromekanik, atau lainnya; utk maksud dan tujuan komersial; tanpa pemberitahuan dan perkenanan tertulis terlebih dulu dr pemilik hak atas karya intelektual ini.

Untuk non-komersial, penggunaan sebagai rujukan atau referensi, secara keseluruhan atau sebagian, harap cantumkan sumber informasi ini sebagai acuan.

______________________________
SALAM PENUNGGANG GURUH
penerjun - penyelam - penembak

SILVER HAWK THUNDER RIDER KOSTER 115
THUNDER 512KB

Bogor - Parung - BojongSari - Depok - Jakarta pp

083-KOSTER-115, 088-8872-8949, 0251-8611-593.

Kembali Ke Atas Go down
http://sti.thunder.or.id
 

MOTO: Mengenal Berbagai Tipe dan Kelas SepedaMotor

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
STI: SUZUKI THUNDER INDONESIA ::  :: -