STI: SUZUKI THUNDER INDONESIA
Silahkan melakukan registrasi dan login . . .

Forum ini terbuka untuk tiap komunitas dan klub moto Suzuki Thunder, anggota STI ataupun bukan, dan tak tertutup untuk komunitas dan klub moto non Suzuki Thunder. Silahkan bergabung dan berbagi disini.

Spanduk iklan tak ditampilkan lagi setelah login.

Administrator



 
BerandaPortalIndeksSitusBlogFaceBookHuMasHuMasInfoHuMasFriendsterBeritaGalleryCalendarFAQPencarianRSSBikersGuideMotorPlusOtomotifNetLoginPendaftaran

Share | 
 

 MOTO: Moto Gede [MoGe] | Moto Besar vs Moto Kecil

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Thunder Rider
Admin | WebMaster
Admin | WebMaster


Pembina Total Posan : 169
Reputasi : 22
Poin Brogader : 2714
Sejak : 21.06.10
Domisili : Parung. Bogor | BojongSari. Depok
Komunitas|Klub : KOSTER
Moto :
  • Thunder 125
Warna :
  • Silver
Tahun :
  • 2006
Hobi : 1001
Slogan : Bravo STI
Komentar : Bergabunglah-di-STI

PostSubyek: MOTO: Moto Gede [MoGe] | Moto Besar vs Moto Kecil   2010-06-25, 00:55

MOTO BERKAPASITAS MESIN BESAR VS MOTO BERKAPASITAS MESIN KECIL [1]

(C) 2010 — E ONE S KOSTER 0115 Thunder Rider


Agar pembahasan tak melebar atau terlalu luas, yang dimaksud mesin moto dalam artikel ini dibatasi hanya untuk jenis mesin berbahanbakar minyak (petroleum engine), dan mesin pembakaran dalam (intenal combustion engine).

Sebagai contoh, mesin Suzuki Thunder EN125 (entry naked 125 cc) dan GSX250 (grand sport extended 250 cc) adalah SIC 4S SI-PRICE (single cylinder four-stroke spark-ignition petrol reciprocating internal combustion engine).




Lebih jauh tentang jenis mesin ranmor, silahkan lihat di forum ini, artikel:
[ klik taut berikut ]



KAPASITAS MESIN DAN KLASIFIKASI MOTO

Secara teknik, yang dimaksud kapasitas mesin adalah ukuran total volume ruang silinder mesin, mencakup volume kamar bakar (combustion chamber) dan volume silinder untuk langkah torak |zuiger (piston stroke), diukur dalam satuan volume, cc (cubic centimeter). Dalam dunia otomotiv, terutama dalam kaitannya dengan klasifikasi ranmor untuk balapan (race), ukuran ini kerap dinyatakan dengan istilah perpindahan (displacement), dimana ranmor moto atau oto diklasifikasikan atas tiga sampai lima kelas, lebih-kurang sebagai berikut:

  • perpindahan kecil (small displacement) untuk pemula (beginner)
  • perpindahan menengah (medium dicplacemnet) untuk pembalap yunior [entry level]
  • perpindahan besar (large displacement) untuk pembalap senior
  • perpindahan supra-besar (super-large dispacement) untuk pembalap kawakan
  • perpindahan ekstra-besar (extra-large displacement) untuk para pembalap juara

Ukuran kecil-besar pada dasarnya adalah relativ. Sebagai misal, klasifikasi kapasitas mesin untuk moto adalah sbb.

  • kecil: dibawah 400 cc [beginner]
  • menengah: 400 s/d 600 cc [entry-level sport]
  • besar: 600 s/d 800 cc [supersport]
  • supra-besar: 800 s/d 1.000 cc [superbike]
  • ekstra-besar: diatas 1.000 cc [hypersport, hyperbike]

Untuk berbagai kejuaraan balap moto, rangkum klasifikasi diatas bisa berbeda.

. . .


BEGINER

Suzuki FXR 150

ENTRY-LEVEL SPORT

Kawasaki Ninja 500 R

SUPERSPORT

Honda CBR 600 RR

SUPERBIKE

Suzuki Bandit 1000 R

HYPERSPORT | HYPERBIKE

Suzuki Hayabusa GSX 1300 R

_________________________________________________

(C) 2010 — E ONE S KOSTER 0115 Thunder Rider

HAKI (Hak Atas Kepemilikan Intelektual) karya tulis intelektual ini dilindungi oleh Undang-Undang Negara Republik Indonesia, dan juga oleh konvensi dan provisi internasional atas karya intelektual di tiap negara di seluruh dunia.

Tak sebagian pun dr tulisan, dokumen atau pagina jala ini boleh disalin, digandakan dan atau diperbanyak: diduplikasi, direplika, direproduksi, ditransmisi, ditranskripsi, ditranslasi kedlm bentuk bahasa apapun atau disimpan dlm satu sistem retrieval apapun; dlm bentuk apapun atau dlm cara apapun, mencakup tp tak terbatas pd cara optik, elektromagnetik, elektronik, elektromekanik, atau lainnya; utk maksud dan tujuan komersial; tanpa pemberitahuan dan perkenanan tertulis terlebih dulu dr pemilik hak atas karya intelektual ini.

Untuk non-komersial, penggunaan sebagai rujukan atau referensi, secara keseluruhan atau sebagian, harap cantumkan sumber informasi ini sebagai acuan.
Kembali Ke Atas Go down
http://sti.thunder.or.id
Thunder Rider
Admin | WebMaster
Admin | WebMaster


Pembina Total Posan : 169
Reputasi : 22
Poin Brogader : 2714
Sejak : 21.06.10
Domisili : Parung. Bogor | BojongSari. Depok
Komunitas|Klub : KOSTER
Moto :
  • Thunder 125
Warna :
  • Silver
Tahun :
  • 2006
Hobi : 1001
Slogan : Bravo STI
Komentar : Bergabunglah-di-STI

PostSubyek: Re: MOTO: Moto Gede [MoGe] | Moto Besar vs Moto Kecil   2010-06-25, 01:33

MOTO BERKAPASITAS MESIN BESAR VS MOTO BERKAPASITAS MESIN KECIL [2]

(C) 2010 — E ONE S KOSTER 0115 Thunder Rider


RASIO KOMPRESI MESIN DAN NOMOR OKTAN BAHANBAKAR

Ukuran besar-kecl volume silinder mesin secara tak langsung berhubungan dengan istiah perbandingan desakan atau rasio kompresi (compression ratio, C/R) mesin, meski besar-kecil volume tak menentukan nilai rasio kompresi.

Secara teknik, perbandingan desakan atau rasio kompresi mesin didefinisikan sebagai perbandingan antara total volume silinder mesin terhadap volume kamar bakar, dimana total volume silinder mesin adalah total volume kamar bakar dan volume langkah torak | zuiger | piston.

Untuk moto Suzuki Thunder EN125, rasio kompresi adalah 9,2.

Nilai rasio kompresi menentukan nomor oktan (octan number) BBM (bahanbakar minyak) musti digunakan oleh mesin moto tsb, dimana nomor oktan BBM dinyatakan sebagai sepuluh kali rasio kompresi mesin.

Berikut adalah BBM produk PERTAMINA dengan nomor oktan masing-masing.

  • Premium 88
  • Premium 90 [pengganti Premix 90]
  • Pertamax 92
  • Pertamax Plus 96

Dengan demikian BBM untuk Suzuki Thunder EN125 dengan rasio kompresi 9,2 adalah Pertamax 92 atau sekelasnya.



Lebih jauh tentang rasio kompresi mesin dan nomor oktan BBM, akan dikupas di forum ini, dlm artikel tersendiri.

. . .


Kembali Ke Atas Go down
http://sti.thunder.or.id
Thunder Rider
Admin | WebMaster
Admin | WebMaster


Pembina Total Posan : 169
Reputasi : 22
Poin Brogader : 2714
Sejak : 21.06.10
Domisili : Parung. Bogor | BojongSari. Depok
Komunitas|Klub : KOSTER
Moto :
  • Thunder 125
Warna :
  • Silver
Tahun :
  • 2006
Hobi : 1001
Slogan : Bravo STI
Komentar : Bergabunglah-di-STI

PostSubyek: Re: MOTO: Moto Gede [MoGe] | Moto Besar vs Moto Kecil   2010-06-25, 01:37

MOTO BERKAPASITAS MESIN BESAR VS MOTO BERKAPASITAS MESIN KECIL [3]

(C) 2010 — E ONE S KOSTER 0115 Thunder Rider


KATEGORI, JENIS DAN TIPE MOTO

Lain daripada itu, terlepas dari dunia balap, secara umum, oleh pabrikan, kapasitas mesin moto disesuaikan dengan kebutuhan dan keperluan, jenis dan macam moto, untuk maksud apa dan dimana moto terutama digunakan. Jadi sangat bergantung pada maksud (purpose) dan penggunaan (usage). Ada moto kelas sangat ringan (very light) dengan kapasitas mesin dibawah 100 cc dan kelajuan rendah, dimaksudkan untuk digunakan dalam lingkungan terbatas tertentu, seperti untuk lingkungan pabrik, perkebunan, perkampungan, perumahan, dan semacamnya. Ada moto ringan untuk digunakan sebagai ranmor antar-jemput bolak-balik (commuter). Ada moto jenis penjelajah (cruiser), perangkum (ranger), perambah(rover), penjejak (trailer), dan sejenisnya. Ada moto untuk olahraga (sport), wisata (touring), balapan (racing), dlsb.



Suzuki Shogun 125


Suzuki Thunder EN 125


Suzuki DRZ 400 E


Suzuki V Storm DL 1000


Suzuki Bandit 1200 GT


Suzuki Boulevard C 109 RT

Lebih jauh tentang jenis dan tipe moto, akan dikupas di forum ini, dlm artikel tersendiri [ silahkan klik taut berikut ] :
. . .
Kembali Ke Atas Go down
http://sti.thunder.or.id
Thunder Rider
Admin | WebMaster
Admin | WebMaster


Pembina Total Posan : 169
Reputasi : 22
Poin Brogader : 2714
Sejak : 21.06.10
Domisili : Parung. Bogor | BojongSari. Depok
Komunitas|Klub : KOSTER
Moto :
  • Thunder 125
Warna :
  • Silver
Tahun :
  • 2006
Hobi : 1001
Slogan : Bravo STI
Komentar : Bergabunglah-di-STI

PostSubyek: Re: MOTO: Moto Gede [MoGe] | Moto Besar vs Moto Kecil   2010-06-25, 01:41

MOTO BERKAPASITAS MESIN BESAR VS MOTO BERKAPASITAS MESIN KECIL [4]

(C) 2010 — E ONE S KOSTER 0115 Thunder Rider


MOTO AMERIKA DAN EROPA VS MOTO ASIA

Seandainya, jika anda melancong ke berbagai negara di berbagai belahan dunia ini, maka anda akan sangat banyak melihat moto berbeda. Namun selain perbedaan pabrikasi untuk klasifikasi dan kategori sebagaimana telah dipaparkan dalam pos sebelumnya diatas dan artiokel terkait, ada alasan lain yang mendasari rancangan moto yang juga berkaitan dengan ukuran badan dan kapasitas mesinnya, yakni alasan regional atau teritorial, sosial, dan ekonomi atau finansial.

Alasan ini akan menjelaskan, mengapa ranmor [moto dan juga oto] di negara besar dan maju di benua Amerika dan Eropa, seperti Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Perancis, Jerman, Belanda, dan Italia, pada umumnya dipabrikasi dengan ukuran badan besar dan kapasitas mesin besar. Sedangkan ranmor di benua Asia, seperti Jepang, Cina, Korea, India, Malaysia, dan Indonesia, pada umumnya dipabrikasi dengan ukuran badan kecil dan kapasitas mesin kecil. Sementara itu para selebritis bule, para pangeran dan para saudagar di sebagian negara Arabia, memiliki ranmor mewah, besar, dan disain pesanan khusus atau istimewa, dengan harga sangat sangat mahal sekali.



Ecosse Titanium Series RR 275 ribu dolar AS [Rp 2,75 milyar],
edisi terbatas, diproduksi hanya 10 unit.


Lebih jauh tentang moto edisi khusus atau edisi terbatas, akan dikupas di forum ini, dlm artikel tersendiri.

. . .


Kembali Ke Atas Go down
http://sti.thunder.or.id
Thunder Rider
Admin | WebMaster
Admin | WebMaster


Pembina Total Posan : 169
Reputasi : 22
Poin Brogader : 2714
Sejak : 21.06.10
Domisili : Parung. Bogor | BojongSari. Depok
Komunitas|Klub : KOSTER
Moto :
  • Thunder 125
Warna :
  • Silver
Tahun :
  • 2006
Hobi : 1001
Slogan : Bravo STI
Komentar : Bergabunglah-di-STI

PostSubyek: Re: MOTO: Moto Gede [MoGe] | Moto Besar vs Moto Kecil   2010-06-25, 01:45

MOTO BERKAPASITAS MESIN BESAR VS MOTO BERKAPASITAS MESIN KECIL [5]

(C) 2010 — E ONE S KOSTER 0115 Thunder Rider


LAIN PADANG LAIN BELALANG

Berikut mari kita lihat perbandingan mengapa di negara barat ranmor pribadi berukuran besar, sementara di Asia, terutama Indonesia, ranmor pribadi berukuran kecil. Ada banyak faktor, tapi cukup saya batasi hanya selusin faktor, dan ini sudah lebih daripada cukup.

Perlu dicatat bahwa, ukuran besar-kecil disini tak ada kaitannya dengan rancang-bangun ranmor untuk fungsinya, karena ranmor angkut jelas bertubuh besar, irit, dan tak aerodinamik, sementara ranmor balap musti bertubuh ramping, boros, dan aerodinamik.

Lebih jauh tentang rancang-bangun ranmor untuk fungsi moto, akan dikupas di forum ini, dlm artikel tersendiri.


AMERIKA SERIKAT, DAN NEGARA KAYA DAN MAJU DI EROPA

Kebanyakan ranmor pribadi bertubuh besar dan berkapasitas mesin besar.

  • Negara kaya, pendapatan per kapita tinggi.
  • Badan jalan pada umumnya lebar, bahkan sebagian sangat lebar, bisa menampung 7 s/d 10 jajaran mobil.
  • Rasio banyak jalan terhadap banyak ranmor relativ besar.
  • Situasi jalan kebanyakan tidak macet.
  • Permukaan jalan pada umumnya mulus.
  • Jarak darat antar kota atau wilayah relativ jauh.
  • Halaman parkir di rumah luas, bahkan sebagian besar rumah memiliki garasi, muat untuk beberapa mobil.
  • Harga ranmor relativ murah terhadap pendapatan rerata masyarakat, dan rerata orang mampu membeli ranmor.
  • Pajak ranmor relativ murah terhadap pendapatan rerata masyarakat.
  • BBM relativ murah terhadap pendapatan rerata masyarakat.
  • Rarmor pribadi sudah menjadi pelengkapan standar.
  • Ranmor pribadi sebagian adalah untuk pilihan | opsi, kegemaran | hobi, dan koleksi.
    tipe favorit adalah jenis cruiser (penjelajah)



Harley-Davidson CT


Honda Gold Wing


Yamaha RoadLiner S 1850



ASIA, TERUTAMA NEGARA MISKIN DAN TERKEBELAKANG ATAU BERKEMBANG

Kebanyakan ranmor pribadi bertubuh kecil dan berkapasitas mesin kecil.

  • Negara miskin, pendapatan per kapita rendah.
  • Badan jalan pada umumnya sempit, bahkan sebagian sangat sempit, bisa menampung hanya 1 s/d 3 mobil.
  • Rasio banyak jalan terhadap banyak ranmor relativ kecil.
  • Situasi jalan kebanyakan macet.
  • Permukaan jalan pada umumnya rusak.
  • Jarak darat antar kota atau wilayah relativ dekat.
  • Halaman parkir di rumah sempit, bahkan sebagian besar rumah tak memiliki lahan parkir, apalagi garasi.
  • Harga ranmor relativ mahal terhadap pendapatan rerata masyarakat, tak semua orang mampu membeli ranmor.
  • Pajak ranmor relativ mahal terhadap pendapatan rerata masyarakat.
  • BBM relativ mahal terhadap pendapatan rerata masyarakat.
  • Ranmor pribadi masih merupakan pilihan alternativ disamping kendaraan umumm.
  • Ranmor pribadi adalah kebutuhan dan keperluan transportasi utama, karena kendaraan umum tak nyaman dan juga tak aman.
    tipe vaporit adalah jenis commuter (antar-jemput bolak-balik: ojeg)



Honda Revo


Suzuki Smash


Yamaha Jupiter MX RC


Di Asia, kecuali Jepang dan sebagian Cina, adalah negara miskin, terkebelakang, atau berkembang, dalam pengertian ekonomi, industri, dan juga teknologi.

Seperti di Indonesia, sebagian besar rakyat adalah masyarakat miskin, atau golongan strata sosial ekonomi kelas menengah kebawah, bahkan masih sangat banyak yang tergolong kelas bawah-bawah (bottom lower class). Keadaan masyarakat seperti ini juga ada di India, Cina, dan Filipina. Namun dalam beberapa hal, seperti Industri elektronika dan otomotiv, Malaysia, Singapura, Cina, dan India lebih maju daripada Indonesia.

Singkat kata, rerata orang Indonesia, kecuali segelintir kelompok elite, tak mampu membeli ranmor, bahkan yang paling murah sekali pun, dan jika pun dipaksakan, maka hanya terbeli dengan cara berhutang atau pembayaran cicilan. Budaya kartu kredit di negara maju kebanyakan adalah untuk kemudahan pembayaran, sementara Indonesia kebanyakan kredit adalah karena ketakmampuan keuangan.

Jadi sangat lumrah dan masuk akal, bahwa hanya segelintir orang saja di Indonesia mampu membeli moto sekelas Harley-Davidson atau Ducatti. Dan tentunya untuk kalangan ekslusiv dan berlebih ini, moto gede tersebut bukan untuk sarana transportasi rutin harian, melainkan untuk hobi dan koleksi. Sangat kontras dengan sebagian besar masyarakat dan kebanyakan anggota komunitas moto di Indonesia, yang boleh dikata hampir secara paksa membeli moto kecil Jepang rakitan Indonesia secara angsuran untuk keperluan transportasi dan komutasi harian. Bahkan sebagian besar patut dikasihani, karena motonya ditarik paksa lantaran telat dan tak mampu membayar cicilan.


. . .


Kembali Ke Atas Go down
http://sti.thunder.or.id
Thunder Rider
Admin | WebMaster
Admin | WebMaster


Pembina Total Posan : 169
Reputasi : 22
Poin Brogader : 2714
Sejak : 21.06.10
Domisili : Parung. Bogor | BojongSari. Depok
Komunitas|Klub : KOSTER
Moto :
  • Thunder 125
Warna :
  • Silver
Tahun :
  • 2006
Hobi : 1001
Slogan : Bravo STI
Komentar : Bergabunglah-di-STI

PostSubyek: Re: MOTO: Moto Gede [MoGe] | Moto Besar vs Moto Kecil   2010-06-25, 01:49

MOTO BERKAPASITAS MESIN BESAR VS MOTO BERKAPASITAS MESIN KECIL [6]

(C) 2010 — E ONE S KOSTER 0115 Thunder Rider


INDUSTRI OTOMOTIV DI ASIA DAN INDONESIA

Jepang sebagai negara paling maju di Asia Timur, adalah produser ranmor terbesar di Asia, baik oto maupun moto, bahkan Jepang sudah memproduksi ranmor untuk Amerika, Eropa, Asia Timur-Tengah, dan hampir semua negara di dunia. Setelah Jepang, pabrikasi ranmor diikuti oleh Korea, Cina, Malaysia, dan India. Korea dan Malaysia untuk oto, Cina dan India untuk moto.

Indonesia akan sangat sulit mengikuti langkah para negara tentangganya, karena industri ranmor sangat bergantung pada industri komponen otomotiv dan elektronik, sementara Indonesia tak memiliki industri hulu untuk diandalkan, melainkan kebanyakan adalah industri hilir alias perakitan (assembly). Ini menjelaskan mengapa kandungan lokal (local content) produk perangkat elektronik dan otomotiv di Indonesia sangat rendah, dan harga komponen dan suku-cadang pengganti relativ mahal, karena sebagian besar adalah produk impor dengan pajak dan bea masuk relativ tinggi dan masih banyak pungli. Kawasan berikat Nusantara yang telah dibangun sejak lama tak bisa banyak membantu dalam hal produk impor, dan jauh dari harapan dan tujuan asalnya.

Problem terbesar adalah Pemerintah RI sejak dulunya melalui Departemen Perindustrian telah menetapkan berorientasi pada industri hilir, bukan industri hulu! Ini membuat Indonesia makin ketinggalan lebih satu dasawarsa daripara negara lainnya. Bahkan dalam produk industri perangkatlunak komputer, Indonesia tak mampu menghadapi tekanan raksasa Microsoft Corporation dan para konconya di BSA (Business Software Alliance). Pembajakan dan penyeludupan terus berlangsung, dan Indonesia masih terus berada dalam daftar hitam untuk pemasukan produk ilegal.

Asosiasi industri dan perusahaan dalam negeri tak banyak bisa mendonkrak perubahan undang-undang dan peraturan pemerintah, termasuk pajak impor untuk pengembangan industri lokal, karena masih ada segilintir pihak penguasa dan pengusaha yang ingin tetap meraup keuntungan besar untuk kelompoknya. Tak semudah ketika para tokoh asosiasi diundang untuk mengolkan ketetapan pabrik mobil milik satu putera mendiang mantan Presiden RI terdahulu, yang kemudian ambruk bersama lengsernya mendiang sang ayah dari jabatannya. Suap dan korupsi masih terus berlangsung merajalela. Hanya sebagian kecil tersingkap dan dapat dituntaskan, selebihnya bagai membentur tirai baja.

Kita sebagai bagian dari bangsa Indonesia sudah semestinya prihatin dengan keadaan ini. Lalu apakah yang bisa kita harapkan dari para wakil rakyat di Dewan? Yang kita tahu dan pasti, sebagian rapat Dewan digunakan untuk mendukung keputusan pembelian mobil mewah dari luar negeri untuk para menteri dan para anggota dewan sendiri!

. . .


Kembali Ke Atas Go down
http://sti.thunder.or.id
Thunder Rider
Admin | WebMaster
Admin | WebMaster


Pembina Total Posan : 169
Reputasi : 22
Poin Brogader : 2714
Sejak : 21.06.10
Domisili : Parung. Bogor | BojongSari. Depok
Komunitas|Klub : KOSTER
Moto :
  • Thunder 125
Warna :
  • Silver
Tahun :
  • 2006
Hobi : 1001
Slogan : Bravo STI
Komentar : Bergabunglah-di-STI

PostSubyek: Re: MOTO: Moto Gede [MoGe] | Moto Besar vs Moto Kecil   2010-06-25, 01:53

MOTO BERKAPASITAS MESIN BESAR VS MOTO BERKAPASITAS MESIN KECIL [7]

(C) 2010 — KOSTER 0115 Thunder Rider | EE ONE S



KEBIJAKAN INDUSTRI DAN SIASAT PEMASARAN MOTO DI INDONESIA


Dari semua yang telah dipaparkan diatas, Jepang sebagai satu macan Asia dalam industri otomotiv diamping elektronik, tentu memiliki kebijakan dengan produk pabrikasinya. Kemana akan dipasarkan dan siapa kosumen sasaran (target markets and consumers). Produk yang dipasarkan di Amerika dan Eropa dengan sendirinya berbeda dengan yang dipasarkan di Indonesia, karena kondisi dan situasi jalan, kemampuan daya beli, maksud dan penggunaan ranmor, dan lainnya seperti telah diuraikan sebelumnya dalam pos terdahulu diatas. Dan perbedaan ini tentu tak hanya dalam nama, cap (brand) atau merekdagang (trademark), tapi dalam disain, mencakup mesin dan tubuh kendaraan.

Pabrikan besar manapun, akan terlebih dulu melakukan penelitian pasar (market research) dan survai, kemana produk akan dipasarkan, mencakup semua faktor telah diuraikan diatas. Tiap produk baru akan dipasarkan tentu disertai dengan siasat pemasaran (marketing strategy) agar quota pemasaran tercapai. Demikian juga untuk produk otomotiv, ranmor, moto dan oto.

Ranmor untuk kebanyakan rakyat Indonesia adalah jenis komuter [kendaraan ringan antar-jemput bolak-balik], yang dengan harga terjangkau oleh sebagian besar masyarakat, dalam arti relativ murah dan pembeliannya dapat diangsur dalam waktu sekitar tiga tahun. Tak perlu terlalu canggih dan lengkap, yang penting bisa dipakai menggelinding untuk banyak jalan rusak. Tapi model dan penampilan sangat perlu, karena orang Indonesia sangat latah dalam mengikuti mode mutakhir. Boleh dikata, penampilan lebih diutamakan daripada unjukkerja. Komponennya mudah diproduksi di Indonesia, sehingga bisa memiliki kandungan lokal tinggi. Perihal mutu adalah nomor dua, karena nomor satu adalah harga. Lantas dengan sendirinya ukuran tubuhnya pun kecil, begitu juga kapasitas mesinnya, karena lingkungan perkotaan di Indonesia relativ macet, selain masih sangat banyak jalan kecil, bahkan jalan setapak, di daerah pinggiran, perkampungan dan pedesaan, sehingga tak perlu laju, karena bukan untuk balapan, tapi untuk tunggangan rutin dan tumpangan harian seperti ojeg.

Hanya segelintir masyarakat berlebih mampu membeli ranmor berkelas. Untuk itu jenis kendaraan mewah atau ekslusiv atau berkapsitas mesin relativ besar cukup diproduksi terbatas untuk Indonesia, dan dengan demikian komponen atau suku-cadangnya tak perlu harus bisa diproduksi lokal, karena pembelinya sedikit, lagi pula orang berduit tak terlalu bermasalah untuk membeli produk impor.


KELAS 125 — 150 CC


Suzuki Thunder EN 125 cc 4T 127 kg. Entry Naked, Cruiser,
Thunder EN 125, Rp 14,5 juta,


Yamaha RX King 130 cc 2T 100 kg. Standard, Roader,
RX King 130, Rp 16,5 juta,



KELAS 150 — 200 CC


Kawasaki Ninja 150 cc 2T 115 kg. Racer,
Kawasaki Ninja 150 M, Rp 19,9 juta.
Kawasaki Ninja 150 L, Rp 22,9 juta.


Yamaha V-ixion 150 cc 4T 115 kg. Standard, Sporter,
Yamaha V-ixion 150 Rp 18,9 juta


Honda Mega Pro 1600 — 160 cc 4T 126 kg. Standard, Cruiser.
Mega Pro 1600 STD, Rp 17,0 juta.
Mega Pro 1600 CW, Rp 18,5 juta.


Bajaj Pulsar DTSi 180 cc 4T 140 kg. Standard, Cruiser, Sporter.
Pulsar DTSi 180 CW, Rp 16,5 juta.
Pulsar DTSi 180 SW, Rp 16,5 juta.


Yamaha Scorpio Z 200 cc 4T 125 kg. Standard, Cruiser.
Scorpio Z 200, Rp 19,385 juta.


Honda Tiger 2000 — 200 cc 4T 137 kg. Standard, Cruiser.
Tiger 2000 STD, Rp 20,4 juta.
Tiger 2000 CW, Rp 23,0 juta.



KELAS 250 CC


Suzuki Thunder GSX 250 cc 4T 140 kg. Grand Sport Extended, Cruiser
Thunder 250, Rp 21 juta.


Kawasaki Ninja 250 cc 2T 124,5 kg. Racer, Roader.
Ninja 250 RR, Rp 30 juta.


Lebih jauh tentang berbagai moto diatas, silahkan lihat di artikel:
[ klik taut berikut ]

    TEKNOLOGI SUZUKI THUNDER EN125


. . .
Kembali Ke Atas Go down
http://sti.thunder.or.id
Thunder Rider
Admin | WebMaster
Admin | WebMaster


Pembina Total Posan : 169
Reputasi : 22
Poin Brogader : 2714
Sejak : 21.06.10
Domisili : Parung. Bogor | BojongSari. Depok
Komunitas|Klub : KOSTER
Moto :
  • Thunder 125
Warna :
  • Silver
Tahun :
  • 2006
Hobi : 1001
Slogan : Bravo STI
Komentar : Bergabunglah-di-STI

PostSubyek: Re: MOTO: Moto Gede [MoGe] | Moto Besar vs Moto Kecil   2010-07-14, 13:05

MOTO BERKAPASITAS MESIN BESAR VS MOTO BERKAPASITAS MESIN KECIL [8]

(C) 2010 — KOSTER 0115 Thunder Rider | EE ONE S



TRANSPORTASI DI NEGARA MAJU


Kembaii ke pokok semula, perihal ranmor berkapasitas besar dan berkapasitas kecil.

Jika ada orang Indonesia yang "ngeye' atau "ngeledek" terhadap moto berkapasitas mesin kecil di Indonesia, maka boleh dikata dia samasekali tak mengerti tentang industri dan sosio-ekonomi ranmor, seperti telah diuraikan diatas. Tentang faktor-faktor apa saja yang menentukan rancang-bangun suatu ranmor untuk negara tertentu.

Atau barangkali orang tesebut adalah orang kaya harta tapi miskin ilmu dan pengetahuan. Semustinya kalau orang berduit dia bisa bepergian keliling dunia dan melihat berbagai ranmor di berbagai negara, lalu mengambil perbandingan, pelajaran, dan kesimpulan. Atau barangkali terlalu dodol alias "IQ jongkok" kata orang kita.

Sedangkan saya bukan orang berada, tapi bisa berkesempatan untuk melihat berbagai negara maju di dunia, dan saya bisa melakukan pemikiran dan membuat kesimpulan seperti diuraikan dalam pos-pos diatas.

Untuk mengukur kemajuan suatu negara, secara selayang pandang, pada dasarnya gampang saja. Pertama, jika kita datang via udara, maka keadaan bandara (airport) adalah ukuran pertama, mencakup luas, bangunan, fasilitas atau sarana, dan juga tentu keamanan, kenyamanan, dan perlayanan bisa kita peroleh. Dari Jakarta ke KualaLumpur saja, sudah terasa sangat bedanya. Di beberapa bandara di Amerika dan Eropa kita hampir tak menemukan porter atau tukang angkut barang yang menjajakan troley seperti di Indonesia. Disini kita harus mulai membiasakan diri untuk pekerjaan swalayan, karena di banyak tempat di kota, akan kita temui hal serupa. Harga perlayanan di negara maju adalah sangat mahal, dan hampir tak ada pribumi disana jadi pelayan. Untuk pekerja klerk umumnya ada adalah para pendatang dari Asia.

Kedua, adalah sarana transportasi umum, seperti bus, train, dan mobil taksi kota. Perihal sarana transportasi di Indonesia, terutama Jakarta dan sekitarnya atau JADEBOTABEK, saya pikir semua orang Indonesia pasti tahu atau bisa membayangkan. tapi jika kita tengok ke Amrika dan Eropa, maka situasi dan kondisi akan tampak dan terasa sekali berbeda. Pada jam sibuk sangat banyak orang berjalan cepat atau setengah berlari mengejar kendaraan umum, tapi tak tampak orang berjubel atau berdesakan dalam kendaraan umum, apalagi sampai melimpah melampaui kapasitas muatnya. Tiap angkutan datang dan pergi sesuai jadwal, tak peduli kosong atau penuh. Tak ada kondektur berteriak dan menagih uang, karena pintu kendaraan membuka dan menutup otomatis, dan berlaku sistem tiket elektronik. Mobil taksi takan mengangkut penumpang melampaui kapasitas tempat duduk, antara sopir dan penumpang umumnya dibatasi dinding padat tapi transparan, agar penumpang tak mengganggu pengemudi dengan obrolannya, dan tentu juga untuk alasan keamanan dan keselamatan. Disamping sopir ada layar tipis LCD (liquid crystal display) yang dihubungkan dengan prosesor komputer mikro untuk menghitung jarak dan biaya.

Ketiga, dalam kaitannya dengan trasportasi pribadi, adalah lahan parkir dan stasiun pompa bensin umum. Tempat parkir umumnya luas atau gedung bertingkat, diawasi dan dikendalikan secara elektronik. Hampir sebagian besar fasilitas menggunakan sistem robotik. Kita hanya perlu tiket elektronik, atau kartu kredit | debit serpih elektronik bank. Pembayaran dilakukan secara elektronik otomatik. Di stasiun pompa bensin, kita bisa isi bensin sendiri setelah menyisipkan kartu bank, dan menekan tombol berapa liter diinginkan. Petugas hanya mengawasi dan memberikan bantuan bila diperlukan.

Hal serupa juga akan kita temui dan rasakan di hotel, motel, atau penginapan. Semua serba otomatis dan swalayan. Petugas sangat minim. Pelayanan hanya diberikan untuk fasilitas ekslusiv atau istimewa, dan kita harus membayar sangat mahal untuk yang demikian, dan pada umumnya hanya ada di hotel berkelas internasional, yang tarifnya takan terjangkau oleh orang Indonesia kebanyakan.


. . .


Lebih jauh tentang luar negeri, silahkan lihat di artikel: [ klik taut berikut ]
    LENSA: JAKARTA DI MATA TURIS ASING, DAN NON-JAKARTA DI MATA TURIS INDONESIA
. . .
Kembali Ke Atas Go down
http://sti.thunder.or.id
Thunder Rider
Admin | WebMaster
Admin | WebMaster


Pembina Total Posan : 169
Reputasi : 22
Poin Brogader : 2714
Sejak : 21.06.10
Domisili : Parung. Bogor | BojongSari. Depok
Komunitas|Klub : KOSTER
Moto :
  • Thunder 125
Warna :
  • Silver
Tahun :
  • 2006
Hobi : 1001
Slogan : Bravo STI
Komentar : Bergabunglah-di-STI

PostSubyek: Re: MOTO: Moto Gede [MoGe] | Moto Besar vs Moto Kecil   2010-07-14, 13:06

MOTO BERKAPASITAS MESIN BESAR VS MOTO BERKAPASITAS MESIN KECIL [9]

(C) 2010 — KOSTER 0115 Thunder Rider | EE ONE S



RANMOR DI NEGARA MAJU DAN DI INDONESIA


Kembali ke perihal ranmor.

Untuk kebanyakan orang Indonesia, mobil sekelas Mercedes, BMW, atau Peugeot adalah mobil mewah dan sangat mahal bagi kebanyakan orang, kecuali segelintir elit tertentu. Disini mobil sedemikian memperoleh perlakuan khusus, baik pemeliharaan maupun parkirnya. Tapi jika anda ke Eropa, terutama ke negara pembuatnya, mobil sedemikian bertaburan di jalanan. Harganya sangat terjangkau bagi masyarakat. Petugas pantry atau office girl di perusahaan dimana saya berada, seorang gadis Pakistan, sehehari biasa membuatkan saya kopi, dia punya sedan BMW pribadi. Sedangkan sopir kantor yang biasa mengantar jemput saya, punya mobil sport open-cap warna merah dan punya villa di punccak bukit. Hanya mobil-mobil edisi terbatas (limited edition) atau rancangan khusus (special design) ditawaran mahal, seperti misalnya limousine Roll Royce pribadi dan sejenisnya. Mobil-mobil buatan Jepang juga ada di Eropa, tapi memiliki rancangan berbeda dengan yang di Indonesia, lain daripada itu harus bisa operasional di musim salju, sementara di Indonesia harus tahan banjir. Jika ukuran orang kaya di Indonesia bisa dilihat dari ranmor mewahnya, maka disana setidaknya punya ranch dan kapal pesiar pribadi.



KOSTER 0115 Thunder Rider dengan sedan BMW di Eropa


Kembali ke Indonesia.

Apakah anda pikir nyaman menggunakan ranmor besar buatan Eropa di Indonesia, di JADEBOTABEK misalnya. Barangkali jawabannya adalah ya, bila pejabat tinggi negara atau top executive perusahaan besar, yang selalu diantar supir pribadi, apalagi bila dikawal polisi pembuka jalan, sehingga anda tak perlu pusing dengan kemacetan. Tapi jawabannya mungkin tidak, bila anda mengemudikan sendiri. Paling tidak ini adalah jawaban dari saya, karena sudah merasakan sendiri. Selama beberapa tahun saya mengendarai mobil Peugeot 2200 cc buatan Perancis, fasilitas perusahaan. Dari rumah ke kantor, saya rata-rata menghabiskan waktu 2 s/d 3 jam untuk menembus kemacetan, dan beberapa kali pernah lebih daripada 3 jam, dan untuk pulang-pergi, angka ini tinggal dikalikan dua, sedangkan konsumsi bensinnya luarbiasa. Kenyamanan berkendara dengan sedan besar ini hanya saya nikmati ketika liburan ke luar kota pada hari lebaran, dimana jalan sangat lengang. Perbedaan sangat terasa bila saya bandingan dengan ketika menggunakan sedan pribadi saya yang buatan Jepang, mazda 1300 yang ringan dan ramping, dengan konsumsi bensin hampir 1/3 kalinya. Sementara dengan sepedamotor ringan 100 cc buatan Jepang bisa ditempuh dalam waktu tak sampai satu jam dan paling banyak menghabiskan satu liter bensin. Lalu saya beralih dari moto bebek ke moto batangan Suzuki Thunder 125 cc, karena alasan lebih nyaman melalui jalan rusak, kubangan dan gundukan, bensin lebih irit, dan bisa dimodifikasi dan cocok untuk dipasangi kotak bagasi besar, di dua sisi samping dan belakang. Jadi saya pakai moto cc kecil yang dimodifikasi sebagai pengganti mobil untuk ranmor harian. Lebih cepat, lebih hemat, dan praktis!

. . .

_________________________________________________

(C) 2010 — KOSTER 0115 Thunder Rider | EE ONE S

HAKI (Hak Atas Kepemilikan Intelektual) karya tulis intelektual ini dilindungi oleh Undang-Undang Negara Republik Indonesia, dan juga oleh konvensi dan provisi internasional atas karya intelektual di tiap negara di seluruh dunia.

Tak sebagian pun dr tulisan, dokumen atau pagina jala ini boleh disalin, digandakan dan atau diperbanyak: diduplikasi, direplika, direproduksi, ditransmisi, ditranskripsi, ditranslasi kedlm bentuk bahasa apapun atau disimpan dlm satu sistem retrieval apapun; dlm bentuk apapun atau dlm cara apapun, mencakup tp tak terbatas pd cara optik, elektromagnetik, elektronik, elektromekanik, atau lainnya; utk maksud dan tujuan komersial; tanpa pemberitahuan dan perkenanan tertulis terlebih dulu dr pemilik hak atas karya intelektual ini.

Untuk non-komersial, penggunaan sebagai rujukan atau referensi, secara keseluruhan atau sebagian, harap cantumkan sumber informasi ini sebagai acuan.

______________________________
SALAM PENUNGGANG GURUH
penerjun - penyelam - penembak

SILVER HAWK THUNDER RIDER KOSTER 115
THUNDER 512KB

Bogor - Parung - BojongSari - Depok - Jakarta pp

083-KOSTER-115, 088-8872-8949, 0251-8611-593.

Kembali Ke Atas Go down
http://sti.thunder.or.id
Sponsored content




PostSubyek: Re: MOTO: Moto Gede [MoGe] | Moto Besar vs Moto Kecil   Today at 11:06

Kembali Ke Atas Go down
 
MOTO: Moto Gede [MoGe] | Moto Besar vs Moto Kecil
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» Hari Besar Nasional Republik Indonesia
» Rolex Jam Tanagan Impian
» Beda bentuk Payudara beda pula cara menyentuhnya
» Bocoran Spec New Toyota Wish
» 10 motor jalanan tercepat di dunia

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
STI: SUZUKI THUNDER INDONESIA :: FORUM EKSTERNAL — UMUM DAN TERBUKA :: LINTAS MOTOBIKE DAN MOTORIDER-
Navigasi: